BENGKULU — Kerja sama antara LPP RRI, TVRI, dan LKBN ANTARA Biro Bengkulu dengan PT Pelindo Regional 2 Bengkulu tidak berhenti di atas meja penandatanganan. General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi langsung mengajak para pimpinan media tersebut menyusuri perairan Pulau Baai menggunakan kapal pandu.
Rombongan dipimpin Kepala LPP RRI Bengkulu Rozani, Kepala LPP TVRI Bengkulu Fonda Rafael, dan Kepala Biro LKBN ANTARA Bengkulu Anom. Mereka berangkat dari dermaga pada sore hari dan diarahkan menuju mulut alur pelabuhan.
Dari atas kapal, rombongan melihat langsung kawasan yang selama ini menjadi tantangan utama Pelabuhan Pulau Baai, yakni sedimentasi. Dimas menyebut alur yang sebelumnya dangkal dan sempat tertutup endapan kini sudah kembali terbuka.
"Kapal dapat melintas dengan lebih aman," ujarnya pada Kamis, 17 September 2026.
Meski begitu, kapal berbobot lebih berat masih perlu memperhatikan kondisi pasang air laut sebelum masuk ke kolam dermaga. Tujuannya agar proses bongkar muat berjalan aman.
Dalam perjalanan sekitar 20 menit menuju mulut alur, rombongan melewati sejumlah fasilitas pelabuhan. Tumpukan batu bara untuk kebutuhan PLTU tampak memenuhi salah satu kawasan, dengan cerobong pembangkit mengepulkan asap di belakangnya.
Tidak jauh dari stok file batu bara milik Pelindo, sebuah kapal keruk terlihat beristirahat. Kapal itu berperan menjaga pintu masuk Pulau Baai agar tidak kembali tertutup sedimen.
Menurut Dimas, kondisi gelombang dan arus di kawasan tersebut membuat pengerukan butuh perhatian khusus. Apa yang sudah dikeruk hari ini bisa kembali menjadi endapan di kemudian hari. Menjaga alur Pulau Baai pun bukan pekerjaan sekali jadi.
Pelindo menyimpan target menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai salah satu urat nadi perekonomian nasional. Pelabuhan ini diharapkan menjadi pintu masuk dan keluar komoditas seperti CPO dan batu bara.
"Tapi yang jelas, ada harapan agar sebuah pelabuhan di Bengkulu mampu menjadi pintu bagi bergeraknya perekonomian," kata Dimas.
Peran insan pers dinilai penting untuk menyampaikan perkembangan pelabuhan kepada masyarakat. Terlebih tantangan pengembangan alur tidak sederhana karena gelombang dan arus menjadi persoalan yang harus dihadapi, sementara prosedur keselamatan tetap prioritas.
"Dengan kolaborasi ini tidak hanya membuat masyarakat mengetahui apa yang terjadi di Pulau Baai, tetapi juga memahami mengapa keberadaan pelabuhan ini penting bagi Bengkulu. Belum lagi Pelabuhan Pulau Baai bukan hanya milik Pelindo, tetapi semua, karena memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah dan nasional," tuturnya.
Setelah lebih kurang satu jam berkeliling, kapal pandu kembali ke dermaga. Rombongan turun satu per satu dan berfoto bersama di depan kapal sebelum meninggalkan kawasan pelabuhan.