REJANG LEBONG — Desa Baru Manis di Kecamatan Bermani Ulu resmi menyandang status sebagai desa wisata terbaik Kabupaten Rejang Lebong setelah memenangi kompetisi tahunan yang digelar Dinas Pariwisata setempat. Prestasi ini sekaligus mengantarkan desa tersebut untuk berlaga di tingkat provinsi pada tahun 2026.
Kepala Dispar Rejang Lebong Riki Irawan, Senin (15/4), mengatakan proses penilaian berlangsung ketat selama lima bulan. Tim juri yang terdiri dari akademisi Universitas Bengkulu, praktisi desa wisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, penggiat kebudayaan, serta unsur media massa melakukan verifikasi lapangan hingga sidang pleno.
Riki menjelaskan, Baru Manis unggul dalam tiga aspek utama: olahraga wisata (sport tourism), pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif masyarakat. Kelengkapan administratif desa juga menjadi nilai tambah.
"Desa Baru Manis ini otomatis akan mewakili Kabupaten Rejang Lebong pada lomba desa wisata tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026. Desa Baru Manis keluar sebagai juara pertama lomba desa wisata tingkat Kabupaten Rejang Lebong tahun 2026," kata Riki.
Lomba desa wisata tingkat kabupaten tahun ini diikuti 16 desa dari berbagai kecamatan. Selain juara pertama, panitia juga menetapkan juara II diraih Desa Sumber Rejo Transad, Kecamatan Bermani Ulu Raya, dan juara III Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur. Penghargaan Desa Wisata Favorit diberikan kepada Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong Iwan Sumantri menilai ajang tahunan ini menjadi momentum penting untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi desa. Ia menyebut anugerah desa wisata merupakan bentuk apresiasi bagi pengelola yang telah menggali potensi lokal.
"Desa wisata bukan sekadar destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa," kata Iwan.
Dengan kemenangan ini, Desa Baru Manis akan menjalani persiapan menuju lomba tingkat provinsi. Dispar Rejang Lebong menyatakan akan memberikan pendampingan teknis agar desa tersebut mampu bersaing dengan perwakilan dari kabupaten dan kota lain di Bengkulu.