BENGKULU SELATAN — Ratusan peserta didik baru SMAN 2 Bengkulu Selatan mendapatkan materi tentang tata tertib berlalu lintas hingga bahaya pergaulan bebas. Sosialisasi yang berlangsung di aula sekolah itu dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Bengkulu Selatan, IPTU Muklis Syayuti, didampingi AIPTU Selamet Wisoto dan AIPTU Anita Astuti dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel).
Dalam forum tersebut, para siswa diperkenalkan dengan fungsi marka dan rambu-rambu jalan. Mereka juga diingatkan tentang kewajiban menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) saat berkendara.
Tidak hanya soal lalu lintas, jajaran Satlantas juga memberikan peringatan keras terkait kenakalan remaja. Aksi tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas disebut sebagai ancaman serius yang bisa merusak masa depan pelajar.
Selain itu, para peserta dikenalkan dengan layanan darurat Call Center Polri 110. Fasilitas ini disosialisasikan sebagai sarana respons cepat yang bisa diakses gratis oleh masyarakat untuk melaporkan kejadian kriminal atau membutuhkan bantuan kepolisian.
IPTU Muklis Syayuti menegaskan bahwa pembentukan karakter disiplin pada pelajar merupakan investasi jangka panjang. Ia menyebutkan bahwa kesadaran berlalu lintas harus ditransformasikan menjadi budaya hidup yang ditanamkan sejak bangku sekolah.
“Sebagai pelajar harus menjadi contoh di jalan. Patuhi peraturan lalu lintas, gunakan helm, dan jangan berkendara sebelum cukup umur serta memiliki SIM. Hindari juga pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan,” ujar Muklis saat memberikan arahan di hadapan para siswa.
Ia menambahkan, agenda edukasi tatap muka ke lembaga pendidikan akan terus digulirkan secara konsisten. Polres Bengkulu Selatan menjadikan kegiatan ini sebagai skema tindakan preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Pihak manajemen dan kepala sekolah SMAN 2 Bengkulu Selatan mengapresiasi kehadiran aktif jajaran Satlantas. Menurut mereka, kegiatan ini sukses memberikan wawasan hukum baru serta motivasi segar bagi peserta didik baru agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan bertanggung jawab.
“Kami berharap para siswa mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, mematuhi aturan yang berlaku, serta mengajak teman-temannya untuk menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Muklis menutup penjelasannya.
Seluruh rangkaian sosialisasi terpantau berjalan aman, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir.