BENGKULU — Di Sumatera Utara, Pertamina memutar otak. Terminal BBM di Medan kini beroperasi non-stop 24 jam. Tidak hanya itu, perusahaan juga menyewa mobil tangki tambahan lewat skema spot charter dan memperkuat personel Awak Mobil Tangki (AMT).
Pasokan tambahan juga dikerahkan dari Fuel Terminal Kisaran, Siantar, dan Lhokseumawe. Langkah ini dilakukan bersama BPH Migas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah agar distribusi lebih cepat.
"Antrean di sejumlah SPBU mulai kembali normal," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Sabtu (18/7).
Di Bengkulu, Pertamina menambah jatah harian Biosolar di SPBU yang konsumsinya melonjak. Salah satunya SPBU 21.391.11 di Kabupaten Kepahiang yang pasokannya dinaikkan menjadi 16 kiloliter per hari. Petugas marshal juga dikerahkan untuk mengatur antrean agar tidak kacau.
Sementara di Palembang, pola operasional diubah drastis. Sebanyak 13 SPBU kini buka 24 jam, mengikuti Surat Edaran Gubernur Sumsel. Delapan SPBU lainnya menyesuaikan jam buka mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB untuk mengurai kepadatan.
"Penyesuaian operasional bertujuan mengurai antrean kendaraan dan meningkatkan akses pelayanan masyarakat," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi.
Pertamina juga memperketat pengawasan penyaluran Biosolar subsidi. Setiap transaksi diverifikasi lewat QR Code Subsidi Tepat dan pencocokan nomor polisi kendaraan. Kendaraan yang terbukti melakukan penyalahgunaan atau pelangsiran akan masuk negative list dan tidak bisa lagi membeli Biosolar subsidi.
Pengemudi ojek online di Medan, Samsuri (60), mengaku lega. "Antrean sudah berkurang dan pengisian BBM juga lebih lancar. Saya merasakan sendiri," katanya.
Pertamina memastikan stok BBM aman di seluruh terminal dan SPBU. Masyarakat diminta melaporkan dugaan penyelewengan BBM subsidi ke Contact Center 135 atau aparat setempat.