BENGKULU — Ribuan penari memadati kawasan Pantai Panjang saat Parade Tari Katera digelar dalam Festival Pantai Panjang 2026. Momen yang mencatat rekor sebagai tari Katera terpanjang di dunia itu berhasil diabadikan secara utuh dari udara oleh Edwin Meydi Winata, pilot drone pemilik akun @drone_winz. Rekaman udara tersebut menampilkan skala kegiatan yang masif dan menjadi salah satu faktor Pemkot Bengkulu memberikan apresiasi kepada para kreator konten.
Edwin Meydi Winata dipercaya mendokumentasikan Parade Tari Katera yang berlangsung di kawasan Pantai Panjang. Ribuan penari yang memadati lokasi hingga memecahkan rekor dunia berhasil direkam dalam satu jepretan kamera udara. Menurut Pj Sekda Medy, visual tersebut tidak hanya mengesankan secara estetika, tetapi juga menjadi arsip bersejarah bagi Kota Bengkulu.
Sementara itu, Andika Darmawan melalui akun @SpotBengkulu mendokumentasikan prosesi budaya Arakan Telong-Telong dari udara. Rekaman tersebut menampilkan iring-iringan masyarakat yang memenuhi ruas jalan dengan panorama memukau. “Kemeriahan Arakan Telong-Telong dapat dinikmati masyarakat dari perspektif udara yang sangat indah,” ujar Medy dalam pernyataannya, Minggu malam.
Pj Sekda Medy Pebriansyah secara khusus menyampaikan apresiasi kepada kedua kreator tersebut. “Kami atas nama Pemerintah Kota Bengkulu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Saudara Andika Darmawan (@SpotBengkulu) dan Saudara Edwin Meydi Winata (@drone_winz). Partisipasi aktif mereka dalam menerbangkan drone selama Festival Pantai Panjang 2026 membuat kemeriahan Arakan Telong-Telong maupun momen bersejarah pecahnya rekor dunia Tari Katera dapat dinikmati masyarakat dari perspektif udara yang sangat indah,” kata Medy.
Medy menambahkan, tayangan udara mampu menggambarkan skala kegiatan secara lebih nyata dan meningkatkan daya tarik wisata Bengkulu di mata nasional maupun internasional. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat promosi pariwisata melalui kolaborasi dengan komunitas kreatif. Oleh karena itu, sinergi antara pemkot dan para kreator konten akan terus diperkuat dalam berbagai agenda ke depan.
“Kreativitas yang dimiliki para kreator lokal menjadi kekuatan besar untuk memperkenalkan Kota Bengkulu kepada dunia. Kami mengajak seluruh komunitas drone di Bengkulu untuk bersama-sama berkontribusi dalam setiap kegiatan pemerintah,” ujar Medy. Ia menekankan bahwa hasil karya mereka tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga materi promosi efektif untuk menarik wisatawan.
Festival Pantai Panjang 2026 resmi berakhir dengan antusiasme tinggi. Ribuan warga dan wisatawan memadati berbagai lokasi kegiatan sejak hari pertama hingga penutupan. Beragam agenda budaya, hiburan, seni, dan pertunjukan berhasil menciptakan suasana meriah sekaligus memperkuat identitas Bengkulu sebagai destinasi wisata unggulan di Pulau Sumatera. Keberhasilan festival ini juga didukung publikasi digital luas dari komunitas kreatif lokal—foto dan video udara beredar di berbagai platform media sosial, membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri kreatif mampu membangun citra positif Bengkulu di tingkat nasional.