BENGKULU — Kendati demikian, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia masih melihat ruang penguatan IHSG. Katalisnya datang dari akumulasi investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 4,16 poin atau 0,06 persen ke level 6.595. Sebanyak 282 saham menguat, 321 saham melemah, dan 186 saham stagnan.
Total transaksi perdagangan tercatat Rp16,8 triliun dari 63,13 miliar saham yang diperdagangkan. Adapun frekuensi transaksi mencapai 2,37 juta kali.
Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka di level 6.625,39. Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp15,50 triliun dengan volume perdagangan 60,81 miliar saham.
Pergerakan IHSG terjadi sehari setelah indeks menguat 1,1 persen ke level 6.600 pada 1 September 2026. Penguatan kala itu dipimpin saham perbankan besar.
Saham-saham tersebut antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Mirae Asset menilai penguatan saham-saham tersebut mencerminkan perbaikan market leadership menuju saham large-cap dengan likuiditas lebih tinggi. Arus dana asing yang masuk sejak Agustus dinilai menjadi pendorong utama.