MUBA — Satu unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang melahap lahan di dekat pemukiman padat penduduk. Laporan pertama diterima petugas dari Kepala Desa Petaling, Ifiat, pada pukul 19.53 WIB, dan tim langsung bergerak menuju titik lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muba, dr Sharlie Esa Kenedy, MARS, mengatakan proses pemadaman dilakukan bersamaan dengan penyisiran area. Langkah ini ditempuh untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi menjalar kembali ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, terutama mengingat kondisi lahan yang kering.
"Setelah dilakukan pemadaman dan penyisiran, area dipastikan aman. Petugas kemudian kembali ke pos," ujarnya.
Dalam operasi tersebut, Damkar Muba mengerahkan tiga personel yang didukung oleh anggota Polsek Lais. Kerja sama antara instansi ini dinilai krusial untuk mempercepat pengendalian situasi di lapangan.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah api berhasil dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman, petugas meninggalkan lokasi," jelas Sharlie.
Bupati Muba HM Toha Tohet, SH, menegaskan bahwa kecepatan respons adalah kunci utama dalam penanganan karhutla, terlebih ketika titik api berada dekat dengan kawasan hunian. Ia mengapresiasi gerak cepat jajaran Damkar dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
"Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Setiap laporan kebakaran harus segera direspons dan ditangani agar tidak meluas, apalagi jika lokasinya berdekatan dengan permukiman," tegasnya.
Menyikapi tingginya potensi kebakaran lahan, Bupati meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada musim kemarau. Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran serta warga untuk melaporkan potensi bahaya sejak dini kepada pihak berwenang.
"Pencegahan dan laporan dini dari masyarakat menjadi bagian penting dalam meminimalkan dampak karhutla," pungkasnya.