Qualcomm Umumkan Adreno Neural Fusion untuk Snapdragon Premium, Hemat Daya 40%

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 02 September 2026 | 21:23:01 WIB
Qualcomm memperkenalkan arsitektur Adreno Neural Fusion GPU untuk chip Snapdragon premium generasi baru di Bengkulu.

BENGKULU — Pengumuman ini menyusul detail desain inti Oryon CPU yang sebelumnya sudah dipaparkan Qualcomm untuk chip andalan generasi baru. Kini giliran unit grafis yang mendapat perombakan besar: arsitektur tersebut dinamai Adreno Neural Fusion GPU, dan disebut sebagai chipset pertama dengan inti AI khusus di dalam pipeline grafis.

Inti khusus tersebut diberi nama Adreno Matrix Cores. Komponen ini ditempatkan di masing-masing dari tiga slice GPU yang berjalan pada kecepatan 1,45GHz. Tugasnya menjalankan model AI tingkat lanjut secara langsung di dalam pipeline grafis, bukan melalui jalur pemrosesan terpisah.

Matrix Cores: Menjalankan AI di Dalam Pipeline Grafis

Matrix Cores beroperasi sebagai perangkat keras lokal yang menangani model AI tepat di tempat grafis diproses. Dengan begitu, tugas-tugas seperti upscaling gambar atau efek berbasis AI tidak perlu keluar dari subsistem grafis untuk mencari sumber daya komputasi lain.

Pendekatan ini menurut Qualcomm mampu memangkas latensi dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Alih-alih mengirim data bolak-balik ke unit pemrosesan terpusat, seluruh beban kerja berat tetap berada di dekat silikon GPU.

Cache 18MB HPM: Menjaga Data Tetap di Dekat GPU

Mendukung kerja Matrix Cores, tersedia memori khusus bernama High Performance Memory (HPM) dengan kapasitas 18MB. Qualcomm menjelaskan memori ini menyediakan ruang besar untuk akses berlatensi rendah langsung ke GPU.

Tile-based rendering, frame buffer, dan beban komputasi dapat berada di subsistem grafis tanpa harus sering berpindah ke memori sistem. Semakin sedikit data yang berpindah, semakin rendah latensi dan semakin kecil energi yang terbuang.

Kombinasi keduanya menghasilkan peningkatan daya 40% ketika fitur aktif. Angka ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang kerap bermain game berat dalam waktu lama.

Dampak bagi Pengguna: Rendering Lebih Cerdas, Frame Rate Lebih Stabil

Qualcomm menjanjikan kualitas grafis yang lebih baik lewat gambar hasil upscaling, frame rate stabil, dan efisiensi tinggi melalui rendering berbantuan AI yang tertanam langsung di pipeline Snapdragon. Dengan kata lain, game yang memanfaatkan teknologi ini berpotensi berjalan lebih mulus dengan konsumsi baterai lebih terkontrol.

Persentase penghematan daya itu berlaku saat teknologi diaktifkan, bukan dalam semua kondisi pemakaian. Namun arah desainnya jelas: menjadikan AI sebagai bagian fundamental dari proses rendering, bukan fitur tambahan.

Dukungan Unity dan Unreal Engine untuk Developer

Dari sisi pengembang, Unity dan Unreal Engine telah mengintegrasikan stack Neural Fusion dari Qualcomm. Ini berarti studio game yang menggunakan dua engine tersebut dapat langsung mengadopsi kemampuan GPU anyar tanpa perlu menunggu integrasi manual tambahan.

Integrasi sejak awal ini penting untuk mempercepat adopsi di industri game seluler, termasuk pengembang yang menargetkan pasar Indonesia. Semakin mudah diakses oleh pembuat game, semakin cepat pula teknologi ini dirasakan pengguna akhir.

Informasi lebih lanjut mengenai NPU pada chip Snapdragon anyar akan diumumkan pada Snapdragon Summit yang dijadwalkan berlangsung pada 22-24 September. Sebelumnya, Qualcomm juga telah merinci desain inti Oryon CPU yang menjadi otak utama chipset tersebut. Kehadiran Adreno Neural Fusion menegaskan bahwa persaingan chip Android premium kini tidak lagi hanya soal kecepatan mentah, tetapi juga kecerdasan buatan yang tertanam di setiap lapisan silikon.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top