BENGKULU — Razer memperluas lini keyboard gaming premiumnya dengan menghadirkan teknologi switch magnetik (Hall Effect) pada seri Huntsman. Alih-alih menggunakan mekanisme fisik kontak logam, keyboard ini mengandalkan medan magnet untuk mendeteksi penekanan tombol, memungkinkan pengaturan titik aktuasi (actuation point) yang jauh lebih presisi dan beragam. Kami berkesempatan menguji varian Tenkeyless (TKL) dengan polling rate 8.000 Hz ini selama beberapa hari untuk aktivitas gaming dan kerja harian.
Dari segi visual, Huntsman V3 HE tampil dengan warna serba hitam yang cenderung polos. Namun, kesan premium tetap terasa berkat keycap floating yang memperlihatkan switch di bawahnya, serta pelat logam dengan tekstur brushed di bagian atas. Cahaya RGB terlihat lebih terang dan menyebar berkat desain keycap yang tidak menutup penuh permukaan switch.
Kualitas build-nya patut diacungi jempol. Meskipun bodi utamanya berbahan plastik, struktur keseluruhannya terasa sangat solid. Keycap PBT double-shot yang digunakan juga terasa kokoh dan memiliki tekstur permukaan yang nyaman, membantu cengkeraman jari saat sesi gaming berlangsung lama. Bobot keyboard ini pun tergolong ringan dan ringkas untuk ukuran TKL, dengan port USB yang dibuat tersembunyi untuk melindungi konektor.
Kustomisasi menjadi nilai jual utama keyboard ini. Melalui software Razer Synapse, pengguna dapat mengatur actuation point secara independen, mengaktifkan Rapid Trigger dengan sensitivitas yang bisa diatur terpisah untuk tekanan ke bawah dan ke atas, hingga memetakan empat input berbeda dalam satu tombol. Ada pula fitur visualizer yang menampilkan kedalaman penekanan tombol secara real-time. Sayangnya, visualizer ini tidak tersedia untuk mode Rapid Trigger.
Saat digunakan untuk bermain game, performa Huntsman V3 HE terasa sangat responsif. Switch analognya memberikan umpan balik taktil yang jelas, tidak terlalu berat namun cukup untuk mencegah penekanan yang tidak disengaja. Kami mengujinya pada game Counter-Strike 2 yang menuntut input cepat dan presisi, serta S.T.A.L.K.E.R. 2 untuk menguji kenyamanan penggunaan tombol di luar area WASD. Hasilnya, kombinasi Rapid Trigger dan actuation point rendah membuat karakter bergerak dan berhenti secara instan sesuai ritme penekanan jari.
Tekstur keycap dengan lekukan di bagian tengahnya juga membantu posisi jari tetap stabil dan akurat, terutama saat kondisi tangan mulai berkeringat. Sayangnya, keunggulan ini tidak terasa saat digunakan untuk mengetik. Tinggi keycap yang cukup ekstrem memaksa pergelangan tangan menekuk ke atas secara tidak nyaman, karena keyboard ini tidak dilengkapi wrist rest bawaan.
Razer Huntsman V3 HE Magnetic Tenkeyless 8KHz dijual seharga USD 139,99 (sekitar Rp 2,3 juta). Varian yang lebih kecil dengan layout 65% juga tersedia dengan selisih harga lebih murah USD 20. Keyboard ini sudah bisa dipesan pre-order dan akan tersedia secara luas di kemudian hari.
Di kelasnya, harga ini terbilang premium untuk keyboard wired. Namun, masih lebih murah dibanding kompetitor utamanya, SteelSeries Apex Pro TKL Gen 3, yang juga menawarkan switch analog. Jika mencari opsi analog yang lebih ramah kantong, MonsGeek FUN60 Ultra bisa menjadi alternatif dengan performa yang tak kalah dan dukungan koneksi nirkabel.
Razer Huntsman V3 HE adalah keyboard gaming analog dengan performa dan kualitas build yang sangat mengesankan. Switch magnetiknya memberikan presisi yang dibutuhkan gamer kompetitif, dan opsi kustomisasinya melalui Synapse tergolong lengkap. Namun, kurangnya wrist rest dan harga yang tinggi untuk keyboard wired menjadi pertimbangan utama.
Keyboard ini paling cocok untuk gamer esports yang mengutamakan kecepatan dan presisi input di atas segalanya. Jika aktivitas utama Anda adalah mengetik dalam durasi panjang atau membutuhkan fleksibilitas nirkabel, ada opsi lain yang lebih nyaman dan ekonomis di pasaran.