Distankan Rejang Lebong Siapkan 4.000 Dosis Vaksin Rabies Gratis, Sasaran 30.000 Hewan Peliharaan

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:02:01 WIB
Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong menyiapkan 4.000 dosis vaksin rabies gratis untuk hewan penular rabies.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong menyiapkan 4.000 dosis vaksin hewan penular rabies (HPR) gratis untuk menekan kasus gigitan di 15 kecamatan. Vaksin berasal dari bantuan Kementerian Pertanian, Pemprov Bengkulu, dan pengadaan APBD setempat. Langkah ini menyusul 338 kasus gigitan HPR yang tercatat sejak Januari hingga Juli 2026.

REJANG LEBONG — Kepala Distankan Rejang Lebong Suradi Ripai menyebut bantuan vaksin dari pusat dan provinsi sangat krusial karena populasi HPR di wilayah itu mencapai lebih dari 30.000 ekor, meliputi anjing, kucing, dan kera.

Dari total 4.000 dosis yang disiapkan, sebanyak 2.800 dosis berasal dari Kementerian Pertanian, 700 dosis dari Pemprov Bengkulu, dan 500 dosis dari pengadaan APBD Rejang Lebong.

338 Kasus Gigitan Tersebar di 15 Kecamatan

Data Dinas Kesehatan Rejang Lebong mencatat 338 kasus gigitan HPR sejak Januari hingga Juli 2026. Seluruh korban telah mendapat perawatan medis di 21 puskesmas dan RSUD Rejang Lebong.

Sebagian besar korban juga sudah menerima suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) sebagai tindakan pencegahan utama.

"Alhamdulillah, kita mendapat bantuan dari pusat dan provinsi di tengah keterbatasan anggaran daerah. Bantuan ini sangat krusial mengingat populasi HPR seperti anjing, kucing, dan kera di Rejang Lebong mencapai lebih dari 30.000 ekor," kata Suradi.

Warga Bisa Ajukan Permintaan Vaksinasi ke Balai Desa

Distankan mengimbau pemilik hewan peliharaan memanfaatkan layanan vaksinasi gratis di balai desa maupun kelurahan masing-masing. Desa atau kelurahan dengan populasi HPR tinggi yang belum terjangkau dapat mengajukan surat permintaan agar petugas mendatangi lokasi secara langsung.

Suradi menyoroti masih adanya korban gigitan yang enggan berobat ke puskesmas dan memilih pengobatan tradisional.

"Jika hewannya belum divaksin, hal ini sangat berbahaya. Penanganan medis di puskesmas atau rumah sakit sangat penting untuk mencegah risiko penularan rabies," ujarnya.

Edukasi Warga Jadi Kunci Pencegahan

Distankan menilai edukasi masyarakat sama pentingnya dengan cakupan vaksinasi. Pemilik hewan diminta segera melapor ke petugas kesehatan hewan jika hewan peliharaannya menunjukkan gejala rabies atau menggigit warga.

Kasus gigitan yang tidak ditangani cepat berisiko menular ke manusia dan berujung fatal. Karena itu, vaksinasi rutin pada hewan peliharaan menjadi lapisan pertahanan pertama di tingkat rumah tangga.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top