China Sepakat Beli 10 Juta Ton Batu Bara AS, Tarif Impor Dipangkas

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 28 September 2026 | 08:21:31 WIB
China sepakat mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara dari Amerika Serikat pada 2027.

BENGKULU — China resmi berkomitmen mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara dari Amerika Serikat pada 2027 dan mengulang volume serupa pada 2028. Kesepakatan itu dicapai lewat US-China Board of Trade yang baru beroperasi, sekaligus memangkas tarif impor komoditas non-sensitif senilai USD30 miliar atau sekitar Rp530,2 triliun.

Paragraf pembuka: Komitmen pembelian batu bara dalam jumlah besar itu menjadi sinyal meredanya ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Kesepakatan tersebut juga mencakup pemberian tarif preferensial untuk sejumlah komoditas yang selama ini menjadi sasaran tarif tinggi dalam perang dagang kedua negara.

Isi Kesepakatan di Bawah US-China Board of Trade

Gedung Putih mengumumkan bahwa China akan mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara dari Amerika Serikat sepanjang 2027. Volume yang sama akan diulang pada 2028 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan.

Kesepakatan ini dinaungi US-China Board of Trade yang baru saja beroperasi secara resmi. Lembaga tersebut menjadi kanal formal bagi kedua negara untuk merundingkan perdagangan bilateral tanpa harus melalui eskalasi tarif.

Selain batu bara, kedua negara sepakat memberlakukan tarif impor yang jauh lebih menguntungkan atas komoditas non-sensitif senilai USD30 miliar. Dengan kurs Rp17.674 per USD, nilai perdagangan yang terdampak mencapai Rp530,2 triliun.

Sektor yang Kebagian Tarif Preferensial

Sejumlah sektor unggulan Amerika Serikat mendapatkan prioritas tarif preferensial. Produk pertanian, hasil laut, kayu, produk kosmetik, hingga peralatan medis masuk dalam daftar tersebut.

Dari sisi China, tarif yang lebih ringan berlaku untuk barang konsumen harian. Mulai dari peralatan rumah tangga kecil, mainan anak-anak, dekorasi liburan, hingga kursi keselamatan anak (car seats).

Pemilihan komoditas non-sensitif menunjukkan kedua negara menghindari sektor strategis yang masih menjadi titik gesekan. Langkah ini memberi ruang bagi pelaku usaha di kedua negara untuk kembali menata rantai pasok yang sempat terganggu.

Arti Penting bagi Perdagangan Global

Perang dagang AS-China yang berlangsung bertahun-tahun telah mengubah peta perdagangan dunia. Tarif tinggi memaksa perusahaan mencari pemasok alternatif dan memindahkan sebagian produksi ke negara ketiga, termasuk ke Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, kesepakatan ini bisa menjadi sinyal bahwa tekanan proteksionisme mulai mereda. Namun dampaknya tidak langsung terasa karena posisi Indonesia lebih banyak sebagai pemasok komoditas dan tujuan relokasi industri.

Pasar keuangan biasanya merespons positif perkembangan semacam ini. Berkurangnya ketegangan dagang menurunkan risiko global yang selama ini menekan nilai tukar negara berkembang, termasuk rupiah.

Penutup: Kesepakatan batu bara dan pemangkasan tarif ini menjadi ujian awal bagi US-China Board of Trade. Jika berjalan mulus, lembaga itu bisa menjadi model penyelesaian sengketa dagang yang lebih stabil dibanding perang tarif yang saling merugikan.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top