BENGKULU — Pertamina Patra Niaga mengalihkan sebagian pasokan BBM ke Sintang, Kalimantan Barat, melalui fasilitas penyangga di Tayan, Kabupaten Sanggau, setelah muka air Sungai Kapuas menyusut dan menghambat kapal pengangkut menuju Fuel Terminal Sintang. Langkah ini diambil agar stok bahan bakar di wilayah pedalaman Kalbar tidak terganggu. Skema direct loading dari kapal ke mobil tangki disebut mempercepat distribusi ke SPBU setempat.
Pertamina Patra Niaga menegaskan pasokan BBM ke Sintang dan sekitarnya tetap aman meski jalur logistik utama terganggu. Penyesuaian pola distribusi dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas penyangga Tayan sebagai titik suplai alternatif, menggantikan peran kapal yang tak lagi leluasa masuk ke Fuel Terminal Sintang.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyebut optimalisasi Tayan merupakan bagian dari contingency plan perusahaan saat jalur logistik utama bermasalah. Anak usaha Pertamina itu memantau langsung kondisi muka air sungai, kebutuhan harian BBM, hingga pergerakan distribusi di lapangan.
Melalui fasilitas penyangga Tayan, BBM dibongkar langsung dari kapal ke mobil tangki atau direct loading. Dari Tayan, bahan bakar diangkut darat menuju SPBU di Sintang sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.
Skema itu memberi Pertamina Patra Niaga ruang menyesuaikan pola penyaluran sekaligus mendekatkan titik suplai ke wilayah yang membutuhkan. Tayan berada di Kabupaten Sanggau, sekitar 200 kilometer dari Sintang melalui jalur darat.
Warga Sintang dan kabupaten sekitar bergantung pada BBM untuk mobilitas harian, angkutan barang, hingga aktivitas ekonomi pasar. Gangguan pasokan di wilayah pedalaman Kalbar berpotensi menaikkan harga barang kebutuhan pokok karena biaya angkut ikut naik.
Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyaluran berjalan aman dan lancar. Perusahaan mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak menimbun.
"Kami memahami bahwa BBM merupakan kebutuhan penting bagi mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian. Oleh karena itu, Pertamina terus menyiapkan dan menjalankan berbagai alternatif distribusi dengan menyesuaikan kondisi lapangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Sungai Kapuas selama ini menjadi urat nadi distribusi barang dan bahan bakar ke kawasan pedalaman Kalimantan Barat. Ketika muka air menyusut, kapal berbobot besar sulit melintas, sehingga operator harus mencari titik suplai pengganti atau menyesuaikan jadwal pengiriman.
Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat Sintang dan Kalimantan Barat dengan mengoptimalkan seluruh alternatif logistik yang tersedia, termasuk fasilitas penyangga Tayan.
Bagi masyarakat, kelancaran pasokan ini menentukan kelangsungan aktivitas harian dan roda perekonomian daerah. Informasi terkini soal distribusi BBM bisa diakses lewat www.pertaminapatraniaga.com, media sosial resmi @pertaminapatraniaga, atau Pertamina Contact Center 135.