Kepolisian Resor Kota Bengkulu mengintensifkan penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat ke sejumlah SMP dan SMA sederajat di Kota Bengkulu sebagai langkah preemtif mencegah kenakalan remaja. Kegiatan yang menyasar kalangan pelajar itu digelar di SMKN 3 Kota Bengkulu dengan menekankan pentingnya menjaga pergaulan dan disiplin diri. Polresta Bengkulu juga mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat ikut mengawasi serta membina generasi muda.
KOTA BENGKULU — Kasat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polresta Bengkulu AKP Nurlaila menyatakan penyuluhan ke sekolah-sekolah merupakan langkah preemtif kepolisian untuk membangun kesadaran pelajar sejak dini. Menurutnya, pelajar perlu memahami bahwa setiap tindakan yang dilakukan hari ini bisa berdampak pada masa depan mereka.
Dalam kegiatan di SMKN 3 Kota Bengkulu, personel Polresta Bengkulu memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain. Materi juga mencakup dampak perilaku negatif terhadap masa depan pelajar.
Personel mengajak pelajar menjaga pergaulan, meningkatkan kedisiplinan, serta memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif. Lingkungan pergaulan disebut menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi perilaku pelajar.
"Para siswa harus mampu menjaga diri dan memilih pergaulan yang sehat. Jangan sampai hanya karena ikut-ikutan, akhirnya terlibat dalam kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan dan berhadapan dengan konsekuensi hukum," kata Nurlaila.
Polresta Bengkulu mengajak pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap generasi muda. Nurlaila menegaskan pencegahan kenakalan remaja membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
"Kami berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah dan daerah. Gunakan masa muda untuk belajar, berkarya dan melakukan kegiatan positif. Jangan biarkan masa depan rusak karena salah memilih pergaulan," ujarnya.
Melalui penyuluhan di SMP dan SMA sederajat, Polresta Bengkulu berharap kesadaran pelajar terhadap risiko kenakalan remaja meningkat. Peran orang tua dan guru dinilai kunci untuk memastikan anak-anak tidak terpengaruh lingkungan yang mengarah pada tindakan melanggar hukum.