BENGKULU — Ketua Tim Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu, Yunita Sari Satriani, menilai pola pikir sebagian pemuda yang masih menunggu pekerjaan menjadi salah satu tantangan dalam upaya menekan pengangguran. Orientasi untuk bekerja di lembaga pemerintahan juga masih cukup tinggi di kalangan pemuda di Provinsi Bengkulu.
Pandangan itu disampaikan Yunita pada Selasa, 6 Oktober 2026, saat membahas upaya penguatan keterampilan dan kewirausahaan bagi generasi muda. Menurutnya, pemuda sebenarnya memiliki peluang untuk menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Yunita menyebut kecenderungan menunggu lowongan kerja formal masih melekat di banyak pemuda Bengkulu. Potensi tersebut, katanya, dapat dikembangkan melalui keberanian memulai usaha dan mengoptimalkan keterampilan yang dimiliki.
"Ya karena mindset menunggu, dan bekerja di lembaga pemerintahan itu masih tinggi kalau kita di Provinsi Bengkulu," ujar Yunita.
Ia mengatakan kondisi tersebut perlu diubah agar pemuda memiliki keberanian untuk melihat peluang di luar pekerjaan formal. Selama ini, lanjutnya, banyak pemuda belum menyadari bahwa usaha mandiri bisa menjadi sumber penghasilan yang setara.
Yunita mengungkapkan, menjadi wirausahawan maupun membuka usaha sendiri merupakan pilihan yang tidak kalah terhormat dibandingkan bekerja di pemerintahan. Usaha yang dibangun pemuda juga berpotensi memberikan manfaat lebih luas karena dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya.
Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menanamkan pola pikir kewirausahaan kepada generasi muda sejak dini. Pembinaan tersebut, tuturnya, dapat dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, dan pelaku usaha.
"Tapi mungkin itu kita butuh duduk bersama mungkin bisa untuk menanamkan ke adik-adik yang belum melek gitu kan bahwa berwirausaha atau membuka usaha sendiri itu pun tidak kalah terhormat dengan bekerja di pemerintahan dan lain-lain seperti itu," tutur Yunita.
Ia berharap semakin banyak pemuda Bengkulu yang berani memulai usaha sesuai potensi dan peluang yang ada di lingkungannya. Menurutnya, langkah itu perlu didukung pembinaan berkelanjutan agar usaha yang dirintis tidak berhenti di tengah jalan.
Peningkatan minat kewirausahaan di kalangan pemuda diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam mengurangi pengangguran di Bengkulu. Selain meningkatkan kemandirian ekonomi generasi muda, keberadaan usaha baru juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.