BENGKULU — Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyatakan serah terima pinjam pakai BRT kepada UMB sudah dilakukan. Langkah itu disebut sebagai bentuk komitmen Pemprov Bengkulu mendukung kebutuhan transportasi mahasiswa.
"Serah terima pinjam pakai BRT tersebut sudah kita lakukan," kata Herwan.
Menurut Herwan, skema pinjam pakai bus BRT telah diterapkan di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu. Program itu menyasar mahasiswa, pelajar, dan masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi untuk kegiatan positif.
Herwan menjelaskan, penyerahan bus ini merupakan bagian dari implementasi program Bantu Rakyat. Program tersebut menyentuh langsung kebutuhan transportasi warga, termasuk kalangan kampus.
"Pemanfaatan Bus BRT ini, telah diterapkan di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu dengan skema pinjam pakai," ujar Herwan.
Ia menambahkan, Pemda ingin memastikan mahasiswa dan pelajar punya akses transportasi yang layak. Kebutuhan itu muncul terutama saat mereka mengikuti kegiatan di luar lingkungan kampus.
Kepala Biro Umum UMB Mukhlizar menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Bengkulu atas dukungan tersebut. Ia menyebut bantuan itu bermanfaat langsung bagi mobilitas di lingkungan UMB.
"Terima kasih saya ucapkan kepada Pak Sekda dan Pak Kadis atas serah terima pinjam pakai Bus BRT ini. Tentu ini sangat bermanfaat, terutama dalam mendukung mobilitas di lingkungan UMB," tegas Mukhlizar.
Mukhlizar menjelaskan, BRT nantinya dimanfaatkan sebagai kendaraan operasional mahasiswa. Bus itu mendukung berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar lingkungan kampus.
Selama ini, mahasiswa yang mengikuti kegiatan di luar kampus kerap menggunakan kendaraan pribadi atau mencari sarana transportasi lain. Kondisi itu dinilai menyulitkan sebagian mahasiswa.
"Selama ini mahasiswa yang mengikuti kegiatan di luar kampus kerap harus menggunakan kendaraan pribadi maupun mencari sarana transportasi lainnya. Dengan adanya BRT, diharapkan kebutuhan transportasi mahasiswa dapat lebih terbantu," kata Mukhlizar.
Dengan skema pinjam pakai ini, UMB tidak perlu menganggarkan pembelian bus sendiri. Pemprov Bengkulu menanggung penyediaan unit, sementara kampus mengelola pemanfaatannya untuk kegiatan akademik dan kemahasiswaan.