Kemenkes Pastikan Bayi di Riau Meninggal Tak Terkait Vaksin, Ini Temuan Kajiannya

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:50:02 WIB
Kemenkes pastikan kematian bayi di Kampar, Riau, tidak terkait vaksinasi berdasarkan kajian kausalitas Komnas KIPI.

BENGKULU — Kementerian Kesehatan memastikan kematian bayi perempuan tiga bulan di Kabupaten Kampar, Riau, bukan disebabkan oleh vaksinasi. Hasil kajian kausalitas Komnas KIPI menyebut kejadian itu inkonsisten, berkaitan dengan infeksi pneumonia dan sepsis yang sudah dialami bayi sebelum imunisasi.

Bayi tersebut menerima imunisasi DPT-Hb-Hib 2, PCV 1, OPV 3, dan Rotavirus 2 di Posyandu Melati, Bangkinang Kota, pada 20 Agustus 2026. Sekitar tujuh jam setelah penyuntikan, bayi mulai demam, lalu muncul sesak napas dan kejang berulang.

Keluarga membawa bayi ke RSUD Bangkinang. Pemeriksaan di rumah sakit menemukan pneumonia disertai sepsis, dan bayi menjalani perawatan intensif. Kondisinya terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia pada 22 Agustus 2026.

Hasil Kajian Kausalitas Komnas KIPI

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama Komda KIPI Riau dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar melakukan investigasi. Tim mengunjungi keluarga pasien, mengumpulkan informasi, menelusuri riwayat kondisi bayi, serta menelaah data pelayanan imunisasi, vaksin, dan pengelolaan rantai dingin.

Kajian kausalitas yang digelar pada 27 Agustus 2026 mengklasifikasikan kejadian ini sebagai "inkonsisten, reaksi akibat kondisi penyerta di luar vaksin". Artinya, bukti yang tersedia tidak menunjukkan hubungan antara vaksinasi dan kondisi yang dialami bayi.

Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hindra Irawan Satari menegaskan temuan itu berdasarkan pemeriksaan menyeluruh.

"Berdasarkan hasil kajian kausalitas yang dilakukan, kejadian pada bayi perempuan dinyatakan inkonsisten, yaitu berkaitan dengan kondisi kesehatan lain di luar vaksinasi," ujar Hindra melalui siaran pers, Selasa (6/10/2026).

Infeksi Paru dan Bakteri Jadi Penyebab

Pemeriksaan medis menunjukkan adanya infeksi pada paru-paru dan infeksi bakteri. Bayi di

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top