BENGKULU — Apple dikabarkan sedang menyiapkan desain ulang MacBook Pro yang lebih ringan, namun tidak akan jauh lebih tipis dari model saat ini. Bocoran dari jurnalis Bloomberg Mark Gurman itu menjawab kekhawatiran pengguna profesional soal kemungkinan hilangnya port dan daya tahan baterai. Perubahan desain ini diperkirakan menjadi salah satu pembaruan besar lini laptop premium Apple dalam beberapa tahun terakhir.
Rumor soal desain ulang MacBook Pro sudah beredar sejak lama. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut model anyar itu bakal hadir dengan bodi yang lebih tipis dan ringan dibanding generasi sekarang. Klaim terbaru justru memberi sinyal berbeda.
Mark Gurman menyebut MacBook Pro baru akan jauh lebih ringan, tetapi tidak akan "signifikan" lebih tipis. Kombinasi ini disebut sebagai titik tengah yang pas untuk sebagian besar pengguna.
Pernyataan itu disampaikan Gurman lewat unggahan di platform X. Sebelumnya, ia sempat menyebut desain baru MacBook Pro akan "signifikan" lebih ringan.
Bagi pengguna yang mengandalkan MacBook Pro untuk kerja berat, kabar ini terbilang melegakan. Pasalnya, penipisan bodi secara agresif kerap berimbas pada komponen penting.
MacBook Pro memang tidak hanya dibeli oleh pekerja profesional seperti editor video, fotografer, atau programmer. Banyak konsumen memilih lini ini karena dianggap laptop terbaik yang dijual Apple.
Alasannya jelas: layar terbaik di jajaran Mac, performa paling kencang, dan daya tahan baterai paling lama. Kelompok pengguna ini biasanya lebih toleran terhadap bobot yang lebih berat.
Sebaliknya, pengguna profesional yang benar-benar mengandalkan perangkat untuk beban kerja tinggi punya kekhawatiran tersendiri. Desain yang terlalu tipis berisiko mengorbankan sejumlah aspek teknis.
Jika MacBook Pro baru tidak mengalami pemangkasan ketebalan secara drastis, setidaknya ada tiga hal yang bisa dipertahankan.
Pertama, port yang ada saat ini berpeluang besar tetap dipertahankan seluruhnya atau sebagian besar. Kedua, daya tahan baterai diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari model sekarang.
Ketiga, ruang termal atau thermal headroom masih memadai. Ini penting agar performa chip tetap stabil saat dipakai untuk tugas berat dalam waktu lama.
Keluhan soal bobot MacBook Pro sebenarnya lebih umum dibanding keluhan soal ketebalan. Banyak pengguna merasa perangkat ini berat saat dibawa mobilitas tinggi.
Jika Apple mampu membuat MacBook Pro baru lebih mudah dibawa, sedikit lebih ramping, namun tetap menawarkan performa dan fleksibilitas yang dibutuhkan pengguna profesional, hasilnya bisa disebut sebagai kombinasi ideal.
Desain ulang ini sendiri diprediksi menjadi salah satu pembaruan besar lini MacBook Pro dalam beberapa tahun terakhir. Apple belum memberikan konfirmasi resmi soal jadwal peluncurannya.
Sejumlah aksesori pendukung MacBook Pro yang banyak direkomendasikan antara lain:
Daftar tersebut bersifat rekomendasi aksesori dan tidak terkait langsung dengan bocoran desain MacBook Pro terbaru.