Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mendorong pengembangan perkebunan kelapa secara masif di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk menggerakkan ekonomi warga di pulau terluar Provinsi Bengkulu itu. Sultan menyatakan program penanaman kelapa masih membutuhkan kelengkapan data calon petani dan calon lokasi (CPCL) sebelum dukungan dari kementerian bisa ditindaklanjuti. Ia berjanji terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan agar pembangunan di Enggano, termasuk infrastruktur, ikut terdorong.
BENGKULU — Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin menegaskan komitmennya menggerakkan ekonomi Pulau Enggano melalui sektor perkebunan kelapa. Menurutnya, pengembangan komoditas itu harus berjalan masif agar dampaknya terasa langsung bagi petani di pulau terluar Bengkulu tersebut.
"Dari dulu saya sudah betul-betul concern untuk menggerakkan ekonomi di Pulau Enggano. Tapi saya ingin program pengembangan petani kelapa itu betul-betul masif," kata Sultan di Bengkulu, Jumat.
Kelapa dinilai punya nilai ekonomi tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman bisa dimanfaatkan. Sultan menyebut sabut, air, batok, daging, batang, hingga daun kelapa semuanya memiliki nilai jual.
"Kelapa ini betul-betul tanaman yang nilai ekonomisnya juga sangat tinggi. Umurnya juga panjang, sabutnya jadi duit, airnya jadi duit, batoknya jadi duit, dagingnya jadi duit, pohonnya jadi duit, bahkan daunnya jadi duit," ujarnya.
Perluasan penanaman kelapa, lanjut Sultan, bisa memanfaatkan lahan kosong di sejumlah wilayah Bengkulu. Ia berencana mengajak warga memanfaatkan lahan yang tersedia untuk pengembangan tanaman tersebut.
Program penanaman kelapa di Enggano masih memerlukan kelengkapan data calon petani dan calon lokasi (CPCL). Data itu dibutuhkan agar dukungan yang disiapkan pemerintah bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Sultan menyatakan kementerian terkait sudah menyampaikan kesediaan mendukung pengembangan kelapa sesuai kebutuhan Bengkulu. Meski begitu, kelengkapan data tetap menjadi syarat agar program bisa berjalan.
Ia berharap pengembangan kelapa secara masif membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan di Bengkulu, termasuk di Pulau Enggano.
Kementerian Pertanian pada 2026 mulai mengembangkan kawasan perkebunan kelapa seluas 1.500 hektare di Provinsi Bengkulu. Program itu bagian dari upaya mendorong hilirisasi industri kelapa nasional.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu masih melakukan pengumpulan dan verifikasi berkas CPCL. Dinas TPHP berperan melakukan pendampingan serta monitoring terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Sumber benih berasal dari pohon induk kelapa yang telah memiliki Surat Keputusan Penetapan KSB Pohon Induk Terpilih (PIT) di Pulau Enggano. Jenis benihnya merupakan kelapa dalam unggul lokal yang tersedia dan dikembangkan di pulau tersebut.
Sultan menegaskan dirinya akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait untuk mencari dukungan bagi pembangunan Bengkulu, termasuk pengembangan petani kelapa dan infrastruktur di Pulau Enggano.