Persija Desak Aparat Usut Tuntas Penyerangan Rombongan EPA Persib di Rest Area Batang

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:50:31 WIB
Persija mendesak aparat mengusut tuntas penyerangan rombongan EPA Persib di Rest Area Batang.

BENGKULU — Persija Jakarta meminta aparat mengusut tuntas penyerangan rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Manajemen Macan Kemayoran menegaskan proses hukum harus berjalan objektif dan pelaku wajib bertanggung jawab.

Penyerangan yang melibatkan oknum suporter Persija Jakarta itu menyasar rombongan pemain muda Persib yang tengah dalam perjalanan. Dalam rekaman singkat yang beredar di media sosial, kaca bus rombongan pemain tampak pecah akibat lemparan benda keras.

Persija menyatakan aksi tersebut tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan pemain dan ofisial tim. Klub berharap seluruh anggota rombongan segera pulih dari dampak kejadian.

Desakan Persija: Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Sikap tegas disampaikan manajemen Persija melalui keterangan resmi klub. Mereka menuntut agar pihak-pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya," tulis keterangan resmi Persija Jakarta.

Kerusakan Bus dan Keselamatan Pemain Muda Jadi Sorotan

Rombongan EPA Persib sedang dalam perjalanan ketika insiden terjadi di rest area KM 360. Kerusakan pada bus menjadi bukti fisik yang memperkuat laporan ke pihak berwenang.

Persija menyesalkan tindakan yang dinilai tidak bertanggung jawab. Klub menyoroti keselamatan para pemain muda yang sedang meniti karier di sepak bola nasional sebagai pihak paling dirugikan.

"Kami berharap seluruh anggota rombongan dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut," demikian pernyataan klub.

Rivalitas Hanya di Lapangan, Bukan untuk Melukai

Persija menegaskan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas tidak dapat dibenarkan. Klub menilai tindakan itu mencederai sportivitas dan merusak semangat persaudaraan sepak bola Indonesia.

Macan Kemayoran juga menyayangkan adanya oknum yang berlindung di balik nama suporter untuk melakukan kekerasan. Pemanfaatan atribut suporter untuk aksi destruktif disebut menodai komunitas pendukung secara keseluruhan.

Menurut klub ibu kota tersebut, rivalitas semestinya hanya terjadi di dalam lapangan. Aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih pemain muda, tidak memiliki tempat dalam sepak bola.

Persija mengajak seluruh suporter menunjukkan kedewasaan dalam memberikan dukungan. Loyalitas terhadap klub tidak bisa dijadikan alasan untuk menyakiti sesama.

"Hentikan kekerasan, rivalitas bukan alasan untuk melukai. Sepak bola Indonesia harus menjadi ruang yang aman bagi semua," tutup keterangan Persija.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top