BENGKULU — Kapal Polisi XXVII-2010 berangkat dari dermaga unit kapal pada pukul 09.10 WIB. Patroli melibatkan Aipda Misno, Aipda Trio, dan Bharada Wahyu. Sekitar pukul 09.55 WIB, kapal menghentikan mesin di titik koordinat 03°49?.559?S / 102°16?.445?E.
Di lokasi itu, petugas menjalankan pembinaan masyarakat (Binmas) dan sambang dialogis dengan anak buah kapal (ABK) nelayan yang sedang lego jangkar. Selain menyerap informasi soal situasi kamtibmas, personel menyampaikan pesan keselamatan pelayaran secara humanis.
Aipda Misno menekankan pentingnya kelengkapan keselamatan di atas kapal. Perairan Bengkulu berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga gelombang berpotensi tinggi dan cuaca berubah cepat.
"Kami menghimbau kepada seluruh nelayan untuk selalu memperhatikan alat keselamatan di atas kapal. Perairan Bengkulu ini merupakan laut lepas yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga gelombang bisa tinggi dan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu," ujar Aipda Misno.
Petugas juga meminta nelayan menghindari alat tangkap terlarang yang merusak ekosistem laut. Bahan peledak dan potasium masuk daftar yang dilarang.
"Kami juga mengajak para nelayan untuk mencari ikan dengan cara yang ramah lingkungan. Jangan menggunakan bahan peledak, potasium, maupun alat tangkap terlarang lainnya. Utamakan keselamatan, bawa selalu life jacket, dan cek kondisi kapal sebelum berlayar," tegasnya.
Usai Binmas sekitar satu jam, kapal bergerak kembali ke dermaga pada pukul 10.15 WIB. Kapal tiba dan standby di dermaga unit kapal pukul 11.00 WIB.
Dari hasil patroli, tidak ditemukan pelanggaran pada pemeriksaan Data Riksa Kapal. Cuaca di seputaran perairan terpantau cerah hingga kegiatan berakhir.
Situasi Perairan Lempuing dilaporkan aman, lancar, dan kondusif. Patroli rutin ini menjadi bagian dari pengawasan Ditpolairud Polda Bengkulu terhadap aktivitas nelayan di wilayah perairan Bengkulu.