BENGKULU UTARA — Komandan Kodim 0423 Bengkulu Utara, Letkol CZI Muhammad Jumali, melalui Danramil 423-01 Ketahun, Lettu Mas Julian, membenarkan bahwa sejumlah Kopdes Merah Putih di desa-desa wilayah teritorial Koramil Ketahun telah menerima bantuan fasilitas. Bantuan itu antara lain rak, kendaraan operasional, hingga penempatan manajer koperasi. Meski demikian, belum ada satu pun koperasi yang memulai kegiatan secara resmi.
"Memang sudah ada beberapa Kopdes Merah Putih yang menerima fasilitas, seperti rak dan kendaraan operasional. Bahkan sudah ada penempatan manajer. Tetapi, sampai saat ini belum ada yang resmi beroperasi," ujar Lettu Mas Julian.
Pemenuhan fasilitas untuk masing-masing Kopdes Merah Putih masih dilakukan secara bertahap. Proses itu belum sepenuhnya rampung karena banyaknya jumlah koperasi yang harus mendapatkan dukungan fasilitas sesuai ketentuan dan proyeksi pemerintah pusat.
Menurut Danramil, kondisi fasilitas di setiap Kopdes saat ini masih beragam. Ada yang sudah menerima rak dan kendaraan, ada pula yang baru sebagian. Penempatan manajer juga belum merata di semua desa.
Wilayah Ketrina mencakup lima kecamatan, yakni Ketahun, Putri Hijau, Napal Putih, Ulok Kupai, dan Pinang Raya. Dari kelima wilayah tersebut, belum ada satu pun Kopdes Merah Putih yang dinyatakan siap beroperasi.
Koramil 423-01 Ketahun mencatat sejumlah desa di Kecamatan Ketahun, Pinang Raya, Ulok Kupai, dan Napal Putih sudah menerima fasilitas pendukung. Namun status operasional masih menunggu penyelesaian tahapan berikutnya.
Kendala utama bukan pada ketiadaan fasilitas, melainkan pada penyelesaian tahapan yang belum tuntas. Jumlah koperasi yang harus dilengkapi sesuai proyeksi pemerintah pusat membuat proses distribusi fasilitas berjalan bertahap.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai target waktu operasional Kopdes Merah Putih di wilayah Ketrina. Pihak Koramil menyatakan pendampingan tetap dilakukan sambil menunggu penyelesaian fasilitas di tiap desa.
Program Kopdes Merah Putih sendiri digulirkan pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat ekonomi desa melalui unit usaha koperasi. Di Bengkulu Utara, program ini menyentuh sejumlah kecamatan dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda.