BENGKULU — Ribuan pelajar tingkat atas dari seluruh Bengkulu mengikuti Retret Akbar Merah Putih yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Acara berlangsung di Balai Raya Semarak, Senin (20/7), dengan sistem hybrid—sebagian siswa hadir langsung, sisanya mengikuti secara daring dari sekolah masing-masing.
Tiga Kunci Sukses Ala Helmi Hasan
Gubernur Helmi Hasan menyampaikan tiga pesan inti kepada para peserta. Pertama, menghormati guru agar ilmu yang didapatkan membawa berkah. Kedua, tidak pernah putus meminta doa kepada kedua orang tua setiap hari. Ketiga, menjaga hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama melalui salat bagi yang beragama Islam.
“Yang pertama, hormati guru agar ilmu yang diberikan menjadi berkah. Yang kedua, jangan sampai kita tidak mendapatkan doa terbaik dari orang tua. Mintalah doa kepada mereka setiap hari. Dan yang ketiga, jangan memutus hubungan dengan Allah,” ujar Helmi Hasan di hadapan para siswa.
Menghadirkan Pengusaha Muda untuk Motivasi
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur menghadirkan salah satu pendiri Sono Group untuk memberi motivasi. Tujuannya, mengenalkan dunia kewirausahaan sejak dini agar para siswa memiliki pola pikir maju, kreatif, dan berorientasi masa depan. Helmi menilai, paparan langsung dari praktikus bisnis bisa mendorong siswa berani mengejar kesuksesan sejak muda.
Retret Akan Dijadikan Agenda Rutin
Helmi Hasan menegaskan, Retret Merah Putih direncanakan menjadi agenda tahunan Pemprov Bengkulu. Ia ingin kegiatan ini menjadi wadah menyatukan semangat dan cita-cita seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB di provinsi tersebut. Salah satu sasaran konkretnya adalah mencegah tawuran antarpelajar yang masih kerap terjadi.
“Insyaallah kegiatan ini akan kita rutinkan. Seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB kita kumpulkan dalam satu kegiatan untuk menyamakan semangat dan cita-cita ke depan, sekaligus mencegah tawuran yang masih sering terjadi,” katanya.
Bantuan Sembako untuk Siswa Kurang Mampu
Di penghujung acara, Gubernur Helmi Hasan menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada sejumlah siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diharapkan meringankan beban ekonomi para pelajar dan keluarganya di tengah masa transisi dari MPLS ke kegiatan belajar mengajar rutin.