ASAHAN — Sebanyak 35 peserta lansia dari berbagai kelurahan hingga kecamatan tetangga resmi mengikuti program SMAT SIMBA Angkatan III. Acara pembukaan berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Siumbut Baru, Rabu (22/7/2026), dan dihadiri langsung oleh Camat Kota Kisaran Timur A. Syaiful P. Pasaribu serta Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan Rahmanto yang mewakili Bupati Asahan.
Dalam laporannya, Lurah Siumbut Baru Rahman Harahap menyebutkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari wilayahnya. Minat terhadap sekolah lansia ini justru meluas hingga ke kelurahan lain dan kecamatan tetangga.
Lansia sebagai Investasi Sosial
Camat Kota Kisaran Timur, A. Syaiful P. Pasaribu, menegaskan bahwa para lansia adalah aset berharga bagi daerah. Menurutnya, mereka memiliki pengalaman hidup dan nilai-nilai yang bisa diwariskan kepada generasi muda.
"Lansia adalah aset. Mereka memiliki pengalaman hidup dan nilai-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi muda. Melalui sekolah ini, kami ingin memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, tangguh, dan tentunya bahagia," ujar Syaiful Pasaribu.
Ia menambahkan bahwa SMAT SIMBA merupakan investasi sosial yang penting dalam meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia. Pemerintah Kecamatan Kota Kisaran Timur berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan lansia.
Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci
Pembukaan SMAT SIMBA Angkatan III secara resmi dilakukan oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin yang diwakili Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan, Rahmanto. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Ketenagakerjaan, Korwil KB, Kepala UPTD Puskesmas Mutiara, serta TP PKK Kecamatan.
Camat Kota Kisaran Timur menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun lingkungan yang peduli terhadap warga lanjut usia.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap semakin banyak lansia yang tetap produktif, sehat, mandiri, dan berdaya. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga di tengah masyarakat.