BENGKULU — Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan penutupan operasi dilakukan setelah tim SAR gabungan menyisir seluruh area pencarian secara optimal. Keputusan ini merupakan hasil debriefing yang melibatkan pemerintah daerah dan perwakilan keluarga korban.
“Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke-10 karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, dan perwakilan keluarga korban,” ujar Andi Sultan dalam keterangan yang dikutip Jumat malam.
Area Pencarian Terakhir dan Kondisi Laut
Pada hari terakhir, tim SAR gabungan masih mengerahkan personel dan armada untuk menyisir wilayah barat dan timur Kepulauan Sabalana. Area pencarian ditentukan berdasarkan evaluasi operasi dan perkiraan pergerakan korban akibat pengaruh angin serta arus laut.
Tim SAR telah bekerja sejak kapal dilaporkan tenggelam sepuluh hari lalu. Hingga operasi ditutup, total 14 orang dari awak kapal masih belum ditemukan. Sejumlah jenazah korban sebelumnya berhasil ditemukan dan telah menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel.
Prosedur Penutupan Operasi SAR
Penutupan operasi pencarian pada hari ke-10 merupakan prosedur standar yang berlaku di Basarnas. Keputusan ini diambil setelah tidak ditemukannya petunjuk baru yang bisa memperluas area pencarian. Evaluasi menyimpulkan seluruh area yang diprediksi menjadi lokasi korban telah disisir secara maksimal.
Andi Sultan menambahkan bahwa keputusan penutupan telah disepakati bersama pemerintah daerah dan perwakilan keluarga korban. Kesepakatan ini menjadi dasar resmi penghentian operasi pencarian di perairan Kepulauan Selayar.
Proses Identifikasi Korban yang Ditemukan
Sebelum operasi ditutup, tim SAR gabungan berhasil menemukan beberapa jenazah korban. Salah satu jenazah keempat ditemukan di dekat pantai, namun identitasnya masih misterius. Tim DVI Polda Sulsel telah mengidentifikasi dua jenazah korban tenggelam KM Nurul Salsa.
Proses identifikasi masih berlanjut untuk korban yang telah ditemukan. Keluarga korban diimbau untuk menghubungi posko informasi yang didirikan Basarnas Makassar guna mendapatkan perkembangan terbaru.
Tindak Lanjut dan Dukungan bagi Keluarga
Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan layanan dukungan bagi keluarga korban yang masih menunggu kepastian. Posko informasi tetap beroperasi untuk memberikan pendampingan dan informasi terkait proses identifikasi korban yang telah ditemukan.
Basarnas Makassar menyatakan akan kembali membuka operasi pencarian jika terdapat petunjuk baru dari masyarakat atau nelayan setempat. Masyarakat diimbau melaporkan jika menemukan barang atau tanda-tanda keberadaan korban di pesisir Kepulauan Selayar dan sekitarnya.