Pencarian

Kualitas Udara Mukomuko Masih Baik di Angka 94 Usai Erupsi Anak Krakatau dan Karhutla, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker

Selasa, 08 September 2026 • 17:09:01 WIB
Kualitas Udara Mukomuko Masih Baik di Angka 94 Usai Erupsi Anak Krakatau dan Karhutla, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker
Indeks kualitas udara di Mukomuko tercatat pada angka 94 atau masuk kategori baik pasca erupsi Anak Krakatau dan karhutla.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memastikan indeks kualitas udara di daerahnya masih relatif baik di angka 94 setelah dua kali erupsi Gunung Anak Krakatau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Dinkes Mukomuko Jajad Sudrajat mengatakan, meski udara masih aman, pihaknya tetap mewaspadai potensi penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi tersebut.

MUKOMUKO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko mencatat indeks kualitas udara di wilayahnya berada di angka 94 atau masuk kategori baik. Angka ini terpantau stabil pasca dua kejadian erupsi Gunung Anak Krakatau dan karhutla yang sempat terjadi di sekitar daerah itu.

"Ada dua kejadian erupsi Gunung Anak Krakatau dan karhutla, tetapi kalau di Mukomuko, indeks kualitas udara relatif bagus di angka 94," kata Kepala Dinkes Mukomuko Jajad Sudrajat saat dihubungi dari Bengkulu, Selasa.

Kendati kualitas udara masih aman, Dinkes tidak ingin lengah. Instansinya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan memutuskan sejumlah langkah antisipasi untuk melindungi warga dari dampak buruk udara.

Imbauan Masker dan Kesiapsiagaan Puskesmas

Hasil rapat koordinasi dengan Pemprov Bengkulu menghasilkan keputusan untuk menyampaikan imbauan bagi masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Namun, imbauan ini belum disebarluaskan secara luas ke publik.

Jajad mengungkapkan, imbauan resmi kepada masyarakat sengaja tidak disampaikan karena khawatir menimbulkan kepanikan. "Untuk sementara ini, pihaknya baru menyampaikan imbauan kepada para petugas kesehatan di seluruh puskesmas daerah ini untuk antisipasi kalau udara memang kondisinya tidak baik," ujarnya.

Dinkes telah berkoordinasi dengan seluruh kepala puskesmas untuk menggencarkan promosi kesehatan di wilayah masing-masing. Masyarakat juga diajak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menggunakan masker bila diperlukan, terutama bagi warga yang alergi terhadap debu dan asap.

Antisipasi ISPA dan Ketersediaan Masker

Dari dua bencana alam tersebut, penyakit yang paling diantisipasi adalah ISPA. Jajad meminta warga yang mengalami gejala ISPA segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan cepat.

"Kita hanya stand by begitu juga dengan puskesmas stand by. Kalau punya masker sebaiknya dipergunakan kalau memang indeks udara di puskesmas buruk," katanya.

Sebaliknya, jika indeks udara cukup baik, masker tidak perlu digunakan kecuali oleh orang-orang dengan tingkat alergi tinggi. Dinkes memastikan warga yang membutuhkan masker saat kualitas udara memburuk bisa mendapatkannya di puskesmas setempat.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulu.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks