Sebanyak 18 penerbangan dari dan menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu kembali beroperasi normal pada Selasa (8/9) setelah sempat ditunda dan dibatalkan sejak Minggu akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. General Manager Angkasa Pura II Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, memastikan layanan rute Bengkulu-Jakarta dan sebaliknya sudah berjalan seperti biasa.
KOTA BENGKULU — Aktivitas penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu berangsur pulih. Empat maskapai yang terdiri dari Susi Air, Batik Air, Citilink, dan Super Air Jet kembali melayani jadwal penerbangan mereka hari ini.
"Untuk hari ini (Selasa, 8/9), layanan penerbangan dari Bengkulu ke Jakarta dan sebaliknya sudah beroperasi normal," kata Trisna Wijaya di Kota Bengkulu, Selasa.
Rute Penerbangan yang Kembali Dilayani
Selain melayani rute utama Bengkulu-Jakarta pulang pergi, sejumlah maskapai juga kembali mengoperasikan penerbangan perintis ke Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Trisna menyebut koordinasi jadwal takeoff dan landing di Bandara Soekarno Hatta kini menjadi kunci kelancaran operasional.
"Untuk berangkat dan tiba tinggal koordinasi dengan Airlines dan Airnav, terkait jadwal takeoff landing di Soekarno Hatta nya," ujar dia.
Sempat Lumpuh Akibat Abu Vulkanik
Gangguan penerbangan di bandara tersebut berlangsung sejak Minggu (6/8). Sejumlah jadwal terpaksa ditunda atau dibatalkan karena dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu jalur penerbangan serta operasional Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta.
Trisna menjelaskan, pembatalan di Bengkulu merupakan efek domino dari gangguan di bandara hub. Ketika Bandara Soekarno Hatta mengalami kendala untuk take-off, rotasi pesawat di sejumlah bandara lain ikut terganggu.
"Untuk di bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sampai saat ini airline atau maskapainya memutuskan untuk cancel flight atau menunda penerbangan ketika hub pertama yaitu Bandara Soekarno Hatta terjadi kendala untuk take-off maka akan berdampak domino pada rotasi pesawat," jelasnya.
BMKG Deteksi Sebaran Debu ke Wilayah Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Fatmawati Soekarno Bengkulu masih memantau pergerakan debu vulkanik. Berdasarkan analisis citra satelit, sebaran abu Gunung Anak Krakatau berpotensi mencapai Kabupaten Kaur dan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Imbauan untuk Calon Penumpang
Menghadapi potensi perubahan jadwal yang masih mungkin terjadi, Trisna meminta penumpang aktif memantau informasi penerbangan secara berkala. Pemberitahuan resmi akan dikirim melalui pesan singkat atau WhatsApp serta email yang didaftarkan saat pembelian tiket.
Langkah ini dinilai penting agar penumpang dapat menyesuaikan waktu kedatangan di bandara untuk proses check-in, khususnya apabila maskapai mengumumkan perubahan jadwal di menit-menit terakhir.