Pencarian

Ekspor Perdana 19,2 Ton Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Dilepas Wagub Mian, Hasil Petani 4 Kabupaten

Rabu, 09 September 2026 • 05:31:31 WIB
Ekspor Perdana 19,2 Ton Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Dilepas Wagub Mian, Hasil Petani 4 Kabupaten
Wakil Gubernur Bengkulu Mian melepas ekspor perdana 19,2 ton kopi robusta hasil petani empat kabupaten ke Italia di Kantor Bupati Kepahiang, Senin (7/9/2026).

KEPAHIANG — Sebanyak 19,2 ton kopi robusta hasil petani empat kabupaten di Provinsi Bengkulu resmi dikirim ke Italia pada Senin (7/9/2026). Pelepasan ekspor perdana tahun 2026 itu dilakukan Wakil Gubernur Bengkulu Mian bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat di Kantor Bupati Kepahiang.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Bupati Lebong Azhari, serta Sekretaris Kabupaten Rejang Lebong. Kopi yang diberangkatkan merupakan produksi petani dari Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, dan Bengkulu Utara.

Kopi dari Wilayah Tanpa Laut yang Diterima Pasar Dunia

Wakil Gubernur Mian mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mendukung terlaksananya pengiriman ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan komoditas dari kawasan dataran tinggi Bengkulu mampu bersaing di pasar global.

“Kita apresiasi luar biasa, pertama kepada bupati di dataran tinggi. Mereka tidak punya laut, tetapi kopinya diterima oleh pasar dunia,” kata Mian.

Dia menegaskan kesinambungan produksi menjadi kunci agar pasar ekspor tidak berhenti pada pengiriman perdana. “Dalam launching ini kita harus menyiapkan bahan bakunya dan berjangka panjang, terus-menerus,” tegasnya.

BI Bengkulu: Momentum Perkuat Posisi Kopi Robusta Daerah

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menyebut ekspor ke Italia sebagai momentum strategis. Italia merupakan negara dengan industri dan tradisi kopi yang kuat, sehingga membuka peluang lebih luas bagi kopi Bengkulu di pasar internasional.

“Tentu kita berharap kopi robusta ini dapat terus mengisi pasar dunia dan membawa nama Bengkulu terus dikenal di kancah dunia,” ujar Wahyu.

Dia menambahkan, keberlanjutan ekspor membutuhkan sinergi menjaga kualitas dan ketersediaan produksi. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, serta pemangku kepentingan lain menjadi prasyarat utama.

Festival Kopi Kepahiang Disiapkan Desember 2026

Di sela acara, Bupati Kepahiang Zurdi Nata mengungkapkan rencana penyelenggaraan festival kopi pada Desember 2026. Kegiatan itu dirancang sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan kopi Kepahiang sekaligus memperkuat citra kopi Bengkulu di tingkat nasional dan internasional.

“Nanti kita berencana akhir tahun, Desember ini, membuat event festival kopi di Kabupaten Kepahiang,” kata Zurdi.

Pengiriman 19,2 ton ke Italia ini menjadi penanda penting pengembangan perkebunan kopi Bengkulu. Keterlibatan empat kabupaten menunjukkan potensi komoditas tersebut tidak bertumpu pada satu wilayah saja. Ke depan, daya saing produk akan ditentukan oleh konsistensi mutu, pasokan, penguatan kelembagaan petani, dan perluasan jaringan pasar.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritamerdekaonline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks