Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong mengevaluasi pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk mengukur capaian skrining penyakit tidak menular yang partisipasinya masih rendah. Dari target 135.234 jiwa hingga akhir 2026, cakupan penduduk di atas 20 tahun yang menjalani skrining baru mencapai 39,8 persen. Evaluasi dilakukan lewat pertemuan monitoring untuk menindaklanjuti kendala di lapangan.
REJANG LEBONG — Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Asep Setia Budiman menyatakan evaluasi digelar untuk mengukur capaian sekaligus mengatasi kendala pelaksanaan program di lapangan. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis menargetkan sasaran 135.234 jiwa atau 46 persen dari total 293.934 penduduk Rejang Lebong hingga akhir 2026.
"Tadi kami sudah melakukan pertemuan untuk memonitoring dan mengukur capaian serta menindaklanjuti kendala pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis," kata Asep di Rejang Lebong, Rabu.
Data Dinkes menunjukkan cakupan penduduk berusia di atas 20 tahun yang telah menjalani skrining penyakit tidak menular baru mencapai 39,8 persen. Angka itu masih jauh dari target yang ditetapkan.
80,82 Persen Warga Tak Pernah Ukur Lingkar Perut
Rendahnya kesadaran pemeriksaan mandiri tercermin dari data Dinkes Rejang Lebong. Sebanyak 80,82 persen warga tidak pernah mengukur lingkar perut, 62,6 persen tidak pernah memeriksa gula darah, dan 61,6 persen tidak memeriksa kolesterol.
Selain itu, 36,61 persen masyarakat tidak pernah memantau berat badan dan 32,6 persen tidak pernah mengukur tekanan darah. Pola ini menunjukkan skrining rutin belum menjadi kebiasaan warga.
Hipertensi dan Diabetes Dominan di Rejang Lebong
Prevalensi penyakit tidak menular pada kelompok dewasa dan lansia di Rejang Lebong tergolong tinggi. Hipertensi mencapai 30,6 persen, diabetes 24,3 persen, dan obesitas 23,4 persen.
Pada kelompok anak, prevalensi stunting tercatat 21,5 persen dan anemia anak sekolah sebesar 15,6 persen. Temuan ini memperkuat alasan perlunya deteksi dini lewat pemeriksaan rutin.
Bukan Sekadar Menemukan Penyakit
Asep menegaskan keberadaan PKG atau CKG tidak hanya bertujuan menemukan penyakit. Program ini diarahkan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan kondisi pra-penyakit sejak dini agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat.
Sasaran program mencakup seluruh siklus hidup. Mulai dari bayi baru lahir, balita dan prasekolah usia 1–6 tahun, usia sekolah dan remaja 7–17 tahun, dewasa 18–59 tahun, hingga lansia berusia 60 tahun ke atas.
Dinkes Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Untuk memperluas jangkauan layanan sesuai indikator RPJMN 2024–2029, Dinkes Rejang Lebong memperkuat koordinasi lintas sektor. UPT Puskesmas, organisasi perangkat daerah, pihak kecamatan, akademisi dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan IAIN, hingga pengelola klinik swasta dilibatkan.
Langkah berikutnya adalah menindaklanjuti kendala yang teridentifikasi dalam evaluasi. Dinkes berharap partisipasi warga meningkat agar target skrining 46 persen penduduk tercapai sebelum akhir 2026.