MUKOMUKO — Anggi Saputra Pranata, pemuda 22 tahun asal Desa Talang Donok, Kabupaten Bengkulu Tengah, menghembuskan napas terakhir di lokasi pembangunan gedung baru di kawasan Mannokura, Ekimae-cho, Kota Fukuyama, Prefektur Hiroshima. Korban merupakan peserta pemagangan asal Indonesia yang tercatat berdomisili di Minami-ku, Kota Okayama, Jepang.
Kecelakaan kerja terjadi pada Senin (21/9/2026). Berdasarkan kronologi yang beredar, Anggi terperosok dari perancah atau scaffolding dengan ketinggian lebih dari tiga meter. Bagian dadanya tertimpa rangka baja konstruksi saat jatuh, dan luka berat di area itu menjadi penyebab utama kematiannya.
Kabar Duka Mencuat dari Unggahan TikTok
Kabar meninggalnya Anggi pertama kali tersiar melalui unggahan viral di TikTok oleh akun @FHACRI yang disebut sebagai teman akrab almarhum. Unggahan itu diposting pada Selasa (22/9).
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, saudara kita Anggi Saputra Pranata, putra asal Bengkulu yang sedang bekerja di Okayama, Jepang. Anggi meninggal dunia pada 21 September 2026 setelah mengalami kecelakaan saat bekerja," demikian bunyi unggahan tersebut.
Respons warganet datang deras. Unggahan belasungkawa itu mengumpulkan 13,4 ribu tanda suka, 489 komentar, dan lebih dari 3 ribu kali dibagikan.
Terperosok Lebih dari Tiga Meter, Dada Tertimpa Rangka Baja
Lokasi kejadian berada di proyek pembangunan gedung baru kawasan Mannokura, Ekimae-cho. Anggi jatuh dari ketinggian lebih dari tiga meter sebelum tubuhnya membentur rangka baja.
Luka berat pada bagian dada menjadi penyebab utama korban meninggal dunia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan penempatan maupun otoritas setempat di Jepang terkait insiden tersebut.
Jejak Pemagang dari Bengkulu Tengah
Anggi tercatat berasal dari Desa Talang Donok, salah satu desa di Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia tergolong pemagang muda, berusia 22 tahun, yang tengah menjalani program kerja di Jepang.
Domisilinya di Minami-ku, Kota Okayama, berjarak sekitar 100 kilometer dari lokasi kecelakaan di Fukuyama. Perbedaan lokasi tempat tinggal dan tempat kerja menjadi salah satu hal yang belum dijelaskan dalam kronologi yang beredar.
Proses Pemulangan Menanti Koordinasi Lintas Negara
Pemulangan jenazah ke Bengkulu akan bergantung pada koordinasi antara pihak keluarga, lembaga penempatan tenaga kerja, dan perwakilan Indonesia di Jepang. Warga Desa Talang Donok disebut tengah menunggu informasi resmi soal tahapan tersebut.
Kasus kecelakaan kerja yang menimpa pemagang Indonesia di Jepang kembali menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan di sektor konstruksi. Pemerintah Indonesia melalui KJRI dan BP2MI biasanya menangani kasus serupa melalui jalur perlindungan WNI di luar negeri.