BENGKULU — Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Swifanedi memastikan warga yang merasa hasil pemutakhiran data tidak sesuai kondisi sebenarnya bisa mengajukan koreksi. Mekanisme sanggahan disiapkan agar data penerima bantuan sosial kembali akurat.
Pengajuan sanggahan tidak dipungut biaya dan terbuka bagi siapa pun yang namanya tercatat mengalami perubahan desil. Swifanedi meminta warga melengkapi data dan informasi pendukung sebelum menyampaikan sanggahan, supaya proses verifikasi berjalan lancar.
Sanggahan Bisa Disampaikan Lewat Kelurahan hingga Aplikasi Resmi
Menurut Swifanedi, ada beberapa jalur yang bisa dipakai warga untuk menyampaikan keberatan. Ia merinci kanal-kanal tersebut dalam keterangannya.
"Sanggahan dapat disampaikan melalui kantor kelurahan maupun Tim Program Keluarga Harapan (PKH), yang ada di Dinsos kabupaten/kota," ungkap Swi.
Selain lewat kelurahan dan pendamping PKH, warga bisa memakai aplikasi yang telah disediakan pemerintah. Aplikasi itu dipakai dalam proses pemutakhiran data penerima bansos.
"Sanggahan bisa juga disampaikan masyarakat lewat aplikasi yang telah disediakan pemerintah, yang digunakan dalam proses pemutakhiran data penerima bansos," jelas Swi.
Ribuan Warga Bengkulu Terdampak Perubahan Desil
Laporan dari sejumlah kabupaten/kota mencatat ribuan warga di Provinsi Bengkulu mengalami perubahan desil dalam proses pemutakhiran data. Perubahan itu berdampak pada status sebagian warga, termasuk yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima bansos.
"Sejauh ini dari laporan kabupaten/kota, terdapat ribuan masyarakat di Provinsi Bengkulu yang mengalami perubahan desil dalam proses pemutakhiran data," beber Swi.
Warga yang terdampak perubahan desil untuk sementara belum bisa menerima bansos. Status mereka menunggu hasil verifikasi dan persetujuan atas sanggahan yang diajukan.
"Masyarakat yang terdampak perubahan desil, sementara ini belum dapat menerima bansos," tegas Swi.
Desil 1-4 Jadi Sasaran Penerima Bansos
Dalam penyaluran bansos, kelompok masyarakat yang berada pada desil satu hingga desil empat menjadi sasaran penerima bantuan. Perubahan desil dilakukan berdasarkan hasil pemutakhiran data yang menjadi dasar penentuan sasaran.
"Perubahan desil dilakukan berdasarkan hasil pemutakhiran data, yang tentunya menjadi dasar dalam menentukan sasaran penerima bansos. Yang jelas, kita tetap memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan koreksi," tambah Swi.
Warga yang merasa masih memenuhi kriteria sebagai penerima bansos diminta segera menyampaikan sanggahan. Dinsos Bengkulu memastikan setiap koreksi yang masuk akan diverifikasi sebelum memutuskan status penerima bantuan.