Pencarian

Anak Binaan LPKA Bengkulu Panen Pakcoy dan Sawi, Bekal Keterampilan Sebelum Kembali ke Masyarakat

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:17:01 WIB
Anak Binaan LPKA Bengkulu Panen Pakcoy dan Sawi, Bekal Keterampilan Sebelum Kembali ke Masyarakat
Anak binaan LPKA Kelas II Bengkulu memanen pakcoy dan sawi hasil budidaya mereka.

BENGKULU — Panen sayuran hijau di lingkungan LPKA Kelas II Bengkulu melibatkan anak binaan sejak fase perawatan bibit hingga masa panen. Mereka didampingi petugas untuk memahami setiap tahap proses agrikultur sebagai bagian dari pembelajaran hidup, bukan sekadar rutinitas bercocok tanam.

Kegiatan tersebut terintegrasi dengan program ketahanan pangan yang sedang dicanangkan lembaga. Budidaya pakcoy dan sawi difokuskan sebagai sarana pembinaan keterampilan sekaligus melatih kemandirian anak-anak yang berhadapan dengan hukum.

Apa yang Ditanam dan Siapa yang Merawat

Dua jenis sayuran yang dipanen adalah pakcoy dan sawi. Keduanya dibudidayakan langsung oleh anak binaan di lingkungan LPKA Kelas II Bengkulu, dengan pendampingan dari pihak lembaga.

Keterlibatan penuh anak binaan menjadi poin utama program ini. Mulai dari merawat tanaman dari bibit, mereka menjalani proses yang dirancang sebagai pembelajaran hidup, bukan hanya menghasilkan sayuran siap panen.

Mengapa Program Ini Dinilai Penting

Waktu yang dihabiskan anak binaan di dalam fasilitas pembinaan diarahkan pada kegiatan produktif. Program ini diharapkan menghasilkan output nyata yang bermanfaat, baik selama masa pembinaan maupun setelahnya.

Kepala LPKA Kelas II Bengkulu, Elizama Gori, menilai panen ini sebagai bukti kemandirian anak binaan.

"Ini adalah wujud nyata kemandirian mereka, semoga bekal keterampilan ini bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat nanti," ujar Elizama Gori.

Bekal Keterampilan Sebelum Kembali ke Masyarakat

Keterampilan bertani yang diperoleh anak binaan diarahkan agar bisa dipakai setelah masa pembinaan berakhir. Program ketahanan pangan di LPKA Kelas II Bengkulu memadukan aspek produktivitas lembaga dengan pembinaan individu anak.

Panen pakcoy dan sawi pada Rabu, 30 September 2026 menjadi hasil pertama yang terlihat dari proses tersebut. Pihak lembaga menyebut kegiatan ini akan terus dijalankan sebagai bagian dari pembinaan rutin.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: narasiberita.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks