BENGKULU — Serial Jerman pertama Apple TV, "Where's Wanda?", resmi kembali dengan season kedua yang mulai tayang di platform streaming tersebut. Musim baru ini melanjutkan kisah keluarga Klatt setelah Wanda ditemukan berdiri di atas mayat dan berakhir di penjara. Konflik bergeser dari pencarian anak menjadi upaya membuktikan bahwa Wanda tidak bersalah.
Serial yang diproduksi rumah produksi UFA Fiction ini menjadi salah satu judul yang diandalkan Apple TV untuk pasar internasional. Season pertama "Where's Wanda?" memperkenalkan pasangan Carlotta (Heike Makatsch) dan Dedo (Axel Stein) Klatt, orang tua yang mencari putri mereka yang hilang di kota kecil Sundersheim.
Mereka dibantu anak lelaki mereka, Ole (Leo Simon), yang cakap teknologi. Dari darknet, keluarga ini membeli perangkat mata-mata untuk mengawasi tetangga dan warga sekitar. Cara itu membuka banyak rahasia tersembunyi kota tersebut.
Dari Pencarian Anak ke Kasus Pembunuhan
Wanda (Lea Drinda) akhirnya ditemukan di akhir season pertama. Namun ia ditemukan dalam posisi berdiri di atas jasad seseorang. Situasi itu membawanya ke balik jeruji besi pada awal season kedua.
Carlotta dan Dedo kembali berjuang menyelamatkan putri mereka. Kali ini bukan dengan mencari keberadaannya, melainkan dengan membuktikan bahwa Wanda tidak bersalah dan menemukan pembunuh sebenarnya. Sementara itu, Wanda menghadapi ancaman sendiri di dalam penjara dan bertemu sejumlah musuh lama.
Tim Kreatif dan Pemain Baru
Season kedua "Where's Wanda?" ditulis dan diproduseri eksekutif oleh Oliver Lansley, yang sebelumnya dikenal lewat drama "Flack" bersama Anna Paquin. Ia bekerja bersama produser eksekutif Nataly Kudiabor, managing director UFA Fiction yang pernah menggarap "Arthur's Law", serta Oliver Ossege ("Helgoland 513").
Serial ini dikembangkan bersama dan didasarkan pada cerita Zoltan Spirandelli ("Vaya con Dios"). Kursi sutradara diisi Tobi Baumann ("Faking Hitler") dan Christian Ditter ("How To Be Single").
Sejumlah nama baru bergabung di season ini, termasuk Sam Riley ("Mint"), Alexandra Maria Lara ("All Those Things We Never Said"), dan David Schütter ("Barbarians"). Riley dan Lara yang menikah di dunia nyata berperan sebagai tetangga baru Carlotta dan Dedo yang misterius.
Pemain dari season pertama yang kembali antara lain Nikeata Thompson, Harriet Herbig-Matten, Gisa Flake, Palina Rojinski, Suzanne von Borsody, Kostja Ullmann, Devid Striesow, Frederic Balonier, Sascha Geršak, Torben Liebrecht, Aaron Maldonado-Morales, dan Anton Dreger.
Rahasia di Balik Kesuksesan Serial Jerman Pertama Apple TV
Nataly Kudiabor menyebut season kedua berangkat dari titik awal yang menjanjikan. Menurutnya, kejutan besar di akhir season pertama membuka peluang cerita yang sepenuhnya baru.
"Wanda's parents Carlotta and Dedo are once again desperately trying to protect their daughter, this time by proving her innocence and finding the real killer," kata Kudiabor kepada Variety.
Ia menegaskan cerita baru ini tetap mempertahankan inti emosional serial, yakni pertanyaan seberapa jauh orang tua mau melangkah demi menyelamatkan anak mereka. Pertanyaan itu dinilai relevan bagi penonton di mana pun berada.
Kudiabor menyebut identitas Jerman yang kuat justru menjadi kekuatan serial ini di pasar global. Meski Sundersheim digambarkan sebagai versi kota kecil Jerman yang berlebihan dan absurd, ia ingin penonton merasakan bahwa cerita ini benar-benar berakar di Jerman.
"I believe that authenticity is actually what helps a story travel internationally. You don't have to make something less local to make it more universal," ujarnya.
Faktor lain yang membuat serial ini menonjol adalah kombinasi komedi gelap dengan cerita kriminal yang mencekam. Kudiabor menyebut humor sudah menjadi bagian dari DNA serial ini sejak awal, terutama lewat gaya penulisan Oliver Lansley.
Kemampuan Lansley menyeimbangkan emosi nyata dengan situasi absurd disebut membuat penonton tertawa di momen yang seharusnya tidak lucu, tanpa kehilangan keterikatan pada karakter. Kombinasi itulah yang membedakan "Where's Wanda?" dari serial kriminal dan misteri lain.
Kehadiran para aktor papan atas Jerman juga menjadi daya tarik tersendiri. Kudiabor mengaku senang ketika aktor sekaliber Lara dan Riley mengaku menyukai season pertama dan antusias terlibat dalam season kedua.
Bagi Apple TV, "Where's Wanda?" menjadi penanda penting dalam strategi konten non-Inggris mereka. Keberhasilan serial ini menunjukkan cerita lokal berbahasa Jerman bisa diterima penonton internasional selama punya inti emosional yang kuat.