SELUMA — Warga Desa Talang Kebun, Desa Lubuk Terentang, dan Desa Napal Jungur bahu-membahu melakukan pengecoran rabat beton di sejumlah titik jalan yang rusak paling parah. Dana terkumpul dari patungan masyarakat serta sumbangan para pengepul atau toke sawit dan karet setempat.
Kepala Desa Lubuk Terentang, Sartono, menyebut kegiatan itu murni diinisiasi masyarakat bersama pemerintah desa. Perbaikan dinilai mendesak karena jalur tersebut merupakan urat nadi utama menuju Desa Lubuk Terentang dan kawasan Trans Talang Kebun.
"Alhamdulillah, hari ini kami masyarakat dari tiga desa melakukan swadaya untuk mengecor atau rabat beton jalan. Adapun jalan ini merupakan akses utama menuju Desa Lubuk Terentang dan Talang Kebun," ujar Sartono.
Dana Rp 9 Juta dari Patungan Warga dan Toke Sawit
Antusiasme warga terbilang tinggi. Dari hasil patungan dan kontribusi para pengepul, dana tunai yang terkumpul mencapai Rp 9 juta. Uang itu langsung dibelikan material untuk mengecor jalan rusak sepanjang 60 meter.
Pengecoran disiasati dengan pola dua jalur terpisah di sisi kiri dan kanan. Strategi ini dipilih agar kendaraan, khususnya truk pengangkut hasil bumi, lebih mudah melewati tanjakan yang licin dan curam.
Jalur Ekonomi yang Tercekik Efisiensi Anggaran
Keterbatasan infrastruktur jalan masih menjadi persoalan pelik di sejumlah daerah. Kebijakan efisiensi fiskal yang diterapkan pemerintah pusat ikut menekan anggaran daerah, dan dampaknya paling dulu dirasakan masyarakat bawah.
Jalur lintas desa ini bukan sekadar jalan lingkungan biasa. Akses tersebut menopang ekonomi perkebunan kelapa sawit dan karet, sekaligus menjadi rute mobilitas guru dan siswa sekolah setiap hari.
Jika dibiarkan rusak, anak-anak sekolah kerap terlambat. Para petani juga merugi karena hasil panen membusuk akibat kendaraan yang terjebak lumpur.
Warga Berharap Pemerintah Turun Tangan
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan memicu tanda tanya warga soal tanggung jawab pemerintah daerah hingga pusat. Swadaya yang dilakukan tiga desa disebut sebagai langkah terakhir agar roda ekonomi tidak lumpuh total.
Sartono menyampaikan bahwa perbaikan dilakukan murni dari masyarakat bersama pemerintah desa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Seluma soal rencana perbaikan permanen jalur tersebut.