BENGKULU — Persib Bandung memuncaki klasemen sementara Grup E AFC Champions League Two dengan enam poin setelah menaklukkan The Cong Viettel 1-0 lewat penalti Mariano Peralta di menit ke-45. Borneo FC menyusul dengan kemenangan 2-0 atas Yangon United pada laga perdana Grup D AFC Challenge League.
Dua wakil Indonesia menorehkan hasil positif di kompetisi antarklub Asia. Persib Bandung menjamu The Cong Viettel di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (14/10/2026), sementara Borneo FC tampil sebagai tuan rumah di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026).
Penalti Mariano Peralta di Menit 45 Bawa Persib Puncaki Grup E
Persib membuka keunggulan tepat sebelum turun minum. Mariano Peralta mengeksekusi penalti pada menit ke-45 untuk membawa Maung Bandung unggul 1-0 atas wakil Vietnam tersebut.
Skor itu bertahan hingga peluit akhir. Tambahan tiga poin membuat tim asuhan Bojan Hodak mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, hasil yang sama seperti saat mengalahkan FC Seoul 1-0 pada laga pembuka Grup E, 16 September 2026.
Persib kini memimpin klasemen sementara Grup E, di atas Melbourne Victory, The Cong Viettel, dan FC Seoul. Modal enam poin ini menjaga peluang wakil Indonesia melaju ke fase berikutnya.
Borneo FC Pecah Kebuntuan Lewat Iago Mendonca dan Moussa Diarra
Di Samarinda, Borneo FC harus bersabar menghadapi Yangon United. Pesut Etam baru membuka skor pada menit ke-53 melalui Iago Mendonca.
Moussa Diarra memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol pada menit ke-81. Skor 2-0 menutup laga perdana Grup D AFC Challenge League untuk Borneo FC.
Hasil ini terasa penting bagi Pesut Etam yang tampil setelah menghadapi jadwal padat dan perjalanan panjang. Pelatih Mauro Jeronimo menilai anak asuhnya tampil maksimal di laga tersebut.
"Saya pikir para pemain memberikan respon yang baik. Saya pikir mereka fokus, mereka mencoba segalanya. Saya pikir hari ini mereka memberikan 200 persen. Dan kemenangan ini datang karena kami memang layak mendapatkannya," ujar Mauro, dikutip dari laman resmi iLeague.
Pekerjaan Rumah Borneo FC: Penyelesaian Akhir
Mauro tetap menyoroti efisiensi lini serang timnya. Menurut dia, Borneo FC sebenarnya punya peluang untuk mencetak lebih banyak gol ke gawang Yangon United.
"Jelas kami menciptakan begitu banyak peluang. Kami masih perlu meningkatkan penyelesaian akhir kami, karena saya pikir kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol," kata Mauro.
Dua kemenangan ini memberi modal berharga bagi Persib dan Borneo FC untuk melanjutkan perjuangan di kompetisi antarklub Asia. Persib menjaga tren di ACL Two, sementara Borneo FC membuka jalan di AFC Challenge League.