BENGKULU — Weton Bumi Kapetak sering muncul dalam pembacaan karakter maupun perhitungan kecocokan pasangan. Dalam tradisi Jawa, istilah ini diyakini menggambarkan sosok yang tak gampang tumbang oleh keadaan.
Secara harfiah, Bumi Kapetak berarti tanah yang digarap atau tanah kering. Bumi jadi simbol tempat berpijak sekaligus cerminan hubungan manusia dengan alam.
Ketika dilekatkan pada watak seseorang, istilah ini menyimbolkan keteguhan, kerja keras, dan ketahanan mental. Ibarat tanah yang makin sering dicangkul dan diterpa cuaca, fondasinya justru makin kuat.
Pemilik naungan ini dikenal ulet, rajin, dan tidak mudah menyerah. Kegagalan bukan alasan untuk berhenti—mereka justru terdorong bangkit lebih kuat.
Pemerhati budaya sekaligus kreator konten, Mas Kur, menjelaskan hal ini lewat kanal YouTube miliknya.
"Orang yang berada di bawah naungan Bumi Kapetak itu karakternya ibarat tanah; ulet, tahan banting, dan tidak gampang menyerah meski badai hidup datang bertubi-tubi. Mereka punya mental kuat untuk bangkit lagi setelah dijatuhkan keadaan," ujar Mas Kur.
Ramalan weton seperti ini sebaiknya dinikmati sebagai warisan budaya, bukan patokan mutlak. Kalau kebetulan merasa cocok dengan gambaran di atas, boleh jadi itu pengingat untuk terus melangkah.