Kapolda Banten Pastikan Pelampung Temuan di Carita Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1, Pencarian 5 Jurnalis Masuk Hari Keempat

Penulis: Syahrul Karim  •  Sabtu, 12 September 2026 | 10:28:31 WIB
Kapolda Banten memastikan pelampung yang ditemukan di perairan Carita bukan milik Kapal Arupadhatu 1.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan pelampung yang ditemukan saat pencarian hari ketiga di perairan Carita, Pandeglang, bukan milik Kapal Arupadhatu 1 yang mengangkut lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepastian itu diperkuat keterangan pemilik kapal, Sandi, yang telah dimintai keterangan polisi. Memasuki hari keempat, Basarnas mengerahkan 13 kapal yang terbagi dalam empat sektor pencarian.

PANDEGLANG — Temuan pelampung berwarna oranye dan putih di lokasi pencarian hari ketiga dipastikan bukan bagian dari perlengkapan keselamatan Kapal Arupadhatu 1. Kapal itu disewa tim jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau sebelum hilang kontak pada Senin (7/9).

Kepastian tersebut disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Jumat. Ia menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan pelampung yang ditemukan KAL Anyer I-3-64 itu bukan alat keselamatan yang dimiliki kapal Arupadhatu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," kata Hengki.

Pemilik Kapal Bantah Pelampung Itu Miliknya

Keterangan Kapolda diperkuat pengakuan Sandi, pemilik Kapal Arupadhatu 1. Ia mengaku telah diperiksa pihak berwajib di lokasi yang sama dan memastikan pelampung temuan itu bukan peralatan miliknya.

"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar Sandi.

Sandi menjelaskan kapalnya berangkat dengan peralatan keselamatan lengkap. Jumlah life jacket di kapal wisata, menurut dia, minimal 10 unit karena dipakai tamu untuk snorkeling.

"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.

13 Kapal Dikerahkan di Hari Keempat, Terbagi Empat Sektor

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menambah kekuatan operasi pada hari keempat pencarian lima jurnalis yang hilang kontak. Sebanyak 13 kapal dikerahkan dan dibagi ke empat sektor pencarian.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad merinci ke-13 alutsista tersebut: KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.

"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," kata Al Amrad.

Hingga operasi hari keempat, Kapal Arupadhatu 1 beserta lima jurnalis yang menumpanginya belum ditemukan.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top