BENGKULU SELATAN — Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, mendorong generasi muda di wilayahnya agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti program Beasiswa SDM Sawit 2026. Program yang dikelola BPDPKS ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan sarjana yang ingin memperdalam kompetensi di sektor kelapa sawit.
Gusnan menjelaskan, beasiswa tersebut tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup selama masa studi. Hal ini dinilai penting agar mahasiswa bisa fokus belajar tanpa terbebani masalah finansial.
“Ini kesempatan emas. Jangan sampai dilewatkan. Kami ingin anak-anak Bengkulu Selatan menjadi tenaga ahli yang siap bersaing di industri sawit,” ujar Gusnan dalam sambutannya.
Program ini menyasar tiga jenjang pendidikan. Pertama, Diploma 1 (D1) untuk lulusan SMA/SMK. Kedua, Sarjana (S1) untuk lulusan SMA/SMK atau D3. Ketiga, Pascasarjana (S2) untuk lulusan S1 dari berbagai jurusan yang relevan.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi BPDPKS. Calon peserta harus menyiapkan dokumen seperti ijazah, transkrip nilai, dan surat rekomendasi dari dinas terkait.
Bupati menambahkan, Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Provinsi Bengkulu. Dengan adanya beasiswa ini, ia berharap muncul sumber daya manusia lokal yang kompeten dan bisa mengelola perkebunan secara profesional.
“Kita ingin petani sawit kita tidak hanya menjadi buruh, tapi juga manajer, teknisi, atau peneliti. Semua bisa dimulai dari pendidikan,” kata Gusnan.
Informasi resmi terkait jadwal pendaftaran dan persyaratan lengkap bisa diakses melalui website bpdpks.or.id. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan juga menyediakan help desk di Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat untuk membantu proses administrasi calon pendaftar.
Gusnan menginstruksikan camat dan kepala desa untuk menyosialisasikan program ini hingga ke tingkat dusun. “Jangan sampai ada anak pintar yang tidak kuliah hanya karena tidak tahu informasi,” tegasnya.