Pelabuhan Linau Kaur Dikembangkan Jadi Penyangga Pulau Baai, Pemerintah Siapkan Rp231 Miliar, Pengerjaan Fisik 2027

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 19:31:01 WIB
Pembangunan fisik Pelabuhan Linau Kaur direncanakan mulai tahun 2027 dengan anggaran Rp90 miliar.

BENGKULU — Rencana pengembangan Pelabuhan Linau di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, memasuki babak baru setelah dokumen studi kelayakan dan Detail Engineering Design (DED) rampung pada 2026. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Hendri Kurniawan, mengonfirmasi bahwa pembangunan fisik akan dimulai tahun depan.

Anggaran Awal Rp90 Miliar untuk Infrastruktur Dasar

Pada tahap pertama yang dijadwalkan berjalan pada 2027, pemerintah pusat mengalokasikan dana segar sekitar Rp90 miliar. Anggaran ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan fasilitas utama pelabuhan.

"Untuk tahun 2026 ini tahapan studi kelayakan dan DED telah diselesaikan, berdasarkan pembahasan bersama Kementerian Perhubungan, pembangunan fisik Pelabuhan Linau ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2027," ujar Hendri dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Mengapa Pelabuhan Linau Dibutuhkan Sekarang?

Selama ini, arus logistik Bengkulu bertumpu pada satu pintu, yakni Pelabuhan Pulau Baai. Jika terjadi kendala operasional di pelabuhan utama tersebut, distribusi barang bisa terganggu. Pelabuhan Linau dirancang menjadi solusi atas ketergantungan itu.

"Pelabuhan Linau akan menjadi pelabuhan pendukung Pulau Baai. Jika sewaktu-waktu terjadi kendala operasional di Pulau Baai, maka Pelabuhan Linau dapat menjadi alternatif untuk melayani aktivitas bongkar muat maupun pendaratan kapal dari luar daerah," papar Hendri.

Dampak Ekonomi bagi Wilayah Selatan Bengkulu

Kehadiran pelabuhan ini tak hanya soal logistik. Pemerintah provinsi meyakini proyek ini akan menjadi magnet investasi dan perdagangan antar pulau di kawasan selatan Bengkulu. Masyarakat Kabupaten Kaur dan sekitarnya diproyeksikan bakal merasakan geliat ekonomi baru.

"Selain mendukung kelancaran distribusi logistik, keberadaan Pelabuhan Linau juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta membuka peluang investasi baru di wilayah selatan Bengkulu," tambah Hendri.

Total anggaran fantastis Rp231 miliar yang disiapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan direalisasikan secara bertahap sesuai linimasa pembangunan. Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis proyek ini akan mendongkrak daya saing ekonomi daerah melalui efisiensi rantai pasok logistik.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top