Kadis Dikbud Bengkulu Selatan Tegaskan Hasil TKA SMP Tidak Bisa Diubah, Polemik Berawal dari Keberatan Camat Seginim

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:27:31 WIB
Kadis Dikbud Bengkulu Selatan tegaskan nilai TKA SMP tidak dapat diubah karena hasil otomatis sistem nasional.

BENGKULU SELATAN — Polemik nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Bengkulu Selatan bermula dari keberatan seorang wali murid yang juga menjabat sebagai Camat Seginim. Orang tua siswa tersebut mempertanyakan hasil ujian yang diperoleh anaknya, hingga akhirnya ramai menjadi sorotan publik.

Keputusan Final dari Sistem Nasional

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, menegaskan bahwa pihak sekolah maupun pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengubah nilai yang telah ditetapkan. Menurut Lusi, TKA merupakan program nasional yang seluruh proses penilaiannya dijalankan secara otomatis oleh sistem digital terpusat.

"Nilai yang keluar merupakan hasil pengolahan sistem nasional berdasarkan kemampuan peserta saat mengerjakan soal. Tidak ada pihak yang bisa mengintervensi atau melakukan perubahan terhadap hasil tersebut," ujar Lusi dalam keterangan resminya, Senin (12/5).

Persiapan Matang Sebelum Ujian Digelar

Lusi menjelaskan, sebelum pelaksanaan TKA, Dikbud Bengkulu Selatan telah melakukan berbagai langkah persiapan. Mulai dari sosialisasi kepada sekolah dan orang tua siswa, simulasi pelaksanaan ujian, hingga pemenuhan sarana pendukung teknologi.

Kesiapan fasilitas menjadi faktor krusial mengingat TKA tahun ini digelar secara penuh menggunakan sistem daring. Pihak dinas mengaku telah menyalurkan perangkat dan jaringan pendukung ke sekolah-sekolah agar siswa bisa mengikuti ujian dengan optimal.

Selain infrastruktur, bahan belajar juga dibagikan kepada siswa untuk memastikan mereka lebih siap menghadapi ujian berbasis komputer tersebut.

Mengapa Hasil TKA Tidak Bisa Diganggu Gugat?

Sistem digital yang digunakan dalam TKA dirancang untuk meminimalkan potensi kecurangan dan intervensi manual. Setiap jawaban siswa langsung diproses oleh server pusat tanpa melalui tangan operator di tingkat kabupaten atau sekolah.

Dengan mekanisme ini, Dikbud Bengkulu Selatan berharap masyarakat dapat memahami bahwa hasil yang diterima peserta merupakan cerminan kemampuan asli saat ujian berlangsung. Pihak dinas juga mengimbau agar polemik serupa tidak terulang di masa mendatang dengan memperkuat sosialisasi kepada orang tua siswa sebelum pelaksanaan tes.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top