BENGKULU — Acara yang digelar PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) di Halaman GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban akhir pekan lalu bukan sekadar pameran biasa. Ribuan pengunjung bisa langsung mencoba motor ini melalui sesi test ride, dan dari pengalaman singkat tersebut, ada beberapa catatan penting yang layak Anda pertimbangkan sebelum mengeluarkan uang puluhan juta.
Honda mengklaim Vario EVO 160 mengusung desain "sporty premium". Setelah melihat langsung, klaim ini cukup bisa dipertanggungjawabkan. Garis bodi lebih tajam dibanding Vario 160 generasi sebelumnya, dengan aksen lampu LED yang membentuk wajah lebih agresif.
Namun, yang menarik justru detail kecil: kualitas cat dan panel bodi terasa lebih rapat. Tidak ada celah menganga yang biasa ditemui di skutik entry-level. Posisi stang juga sedikit dinaikkan dibanding generasi sebelumnya, yang langsung terasa saat test ride — postur berkendara jadi lebih tegak dan tidak membebani pergelangan tangan.
Mesin 160 cc eSP+ (Enhanced Smart Power) masih sama secara fundamental dengan Vario 160 lama. Tenaga puncak 16,5 PS pada 8.500 rpm dan torsi 14,7 Nm pada 7.000 rpm — angka yang sudah kita kenal. Saat test ride sejauh sekitar 3 km di rute sekitar GOR, akselerasi dari 0-60 km/jam terasa responsif dan halus, berkat transmisi CVT yang disetel ulang.
Satu kejutan positif: handling. Roda depan 14 inci dan belakang 13 inci membuat motor ini terasa sangat ringan saat bermanuver di jalanan Tuban yang cukup padat. Pengereman dengan combi brake system (CBS) terasa pakem, meski kami belum bisa menguji ABS pada varian tertinggi — perlu waktu lebih lama untuk memastikan performa di kecepatan tinggi atau jalan basah.
Rizky Pratama, salah satu peserta test ride, mengonfirmasi hal ini: “Akselerasinya responsif, handling-nya ringan, dan posisi berkendaranya juga nyaman.”
Vario EVO 160 membawa fitur yang biasanya hanya ada di skutik 250 cc ke atas:
Namun, ada satu kekurangan yang langsung terasa: posisi USB charger agak tersembunyi di balik cover, sehingga agak merepotkan saat mencolok kabel sambil berkendara. Selain itu, Honda masih belum menyediakan power outlet tambahan di bagasi — sesuatu yang sudah jadi standar di kompetitor seperti Yamaha Aerox Connected.
Honda mengklaim konsumsi BBM mencapai 46,9 km/liter (metode WMTC). Dari pengalaman test ride singkat, indikator di panel digital menunjukkan angka sekitar 42-44 km/liter — cukup realistis untuk riding santai di perkotaan. Tapi kami belum bisa menguji dalam kondisi macet total atau jalan menanjak ekstrem. Butuh pemakaian minimal seminggu untuk memberikan angka final.
New Honda Vario EVO 160 adalah pilihan tepat jika Anda menginginkan skutik harian yang nyaman, fitur lengkap, dan tampilan premium tanpa harus naik ke kelas 250 cc. Motor ini unggul dalam handling, kenyamanan berkendara, dan fitur konektivitas.
Tapi jika prioritas Anda adalah performa mesin yang lebih bertenaga atau harga yang lebih murah, Vario 160 standar atau Aerox 155 bisa jadi alternatif yang lebih rasional. Vario EVO 160 bukan motor revolusioner — ia adalah penyempurnaan dari sesuatu yang sudah baik, dengan harga yang memang premium.
MPM Honda Jatim berencana melanjutkan roadshow ke kota-kota lain di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Jika ada kesempatan, kami sarankan Anda datang langsung dan test ride — karena dari sanalah Anda akan benar-benar merasakan perbedaannya.