BENGKULU — Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menegaskan bahwa Piala Presiden 2026 memiliki bobot lebih dari sekadar ajang pemanasan. Dalam pernyataan yang dikutip dari situs resmi klub, Sabtu (18/7/2026), Tolic mengungkapkan target spesifik yang ingin dicapainya dari tiga pertandingan babak penyisihan grup.
"Di Piala Presiden, saya ingin tim berkembang dalam hal komunikasi," ujar Tolic.
Tiga Laga untuk Mengukur Tekanan dan Atmosfer
Bagi pelatih yang pernah menjadi asisten pelatih saat Persib meraih dua gelar juara ini, turnamen pramusim menjadi panggung paling representatif untuk memperkenalkan skala klub kepada para rekrutan baru. Ia menekankan bahwa pemain baru harus merasakan langsung atmosfer yang menyertai setiap laga Persib.
"Dari tiga laga ini, terutama untuk semua pemain baru, saya ingin mereka merasakan suasana klub, lapangan, atmosfer penonton. Untuk melihat betapa besarnya Persib," kata Tolic.
Tekanan dari suporter dan ekspektasi tinggi di lingkungan Pangeran Biru menjadi materi uji yang tidak bisa disimulasikan dalam latihan tertutup. Tolic ingin proses adaptasi itu berlangsung alami melalui pertandingan kompetitif.
Membangun Komunikasi di Tengah Jadwal Padat
Persib dijadwalkan tampil di Super League dan dua kompetisi internasional pada musim 2026/2027. Dengan jadwal yang berlapis, Tolic tidak memiliki banyak waktu untuk membangun kekompakan tim hanya melalui sesi latihan.
Piala Presiden 2026 menjadi jendela sempit yang harus dimaksimalkan. Tolic menaruh perhatian besar pada proses adaptasi pemain baru agar mereka langsung siap tempur ketika kompetisi resmi dimulai. Ia ingin memperkuat komunikasi dan membangun pemahaman antarpemain sejak dini.
Keputusan ini diambil di tengah dinamika skuad Persib yang terus bergerak. Klub baru saja resmi berpisah dengan bek timnas Irak, Frans Putros, yang dikabarkan masuk radar klub Vietnam. Di sisi lain, Persib resmi memperpanjang kontrak Julio Cesar yang masuk dalam skema permainan Tolic untuk empat kompetisi sekaligus.
Laboratorium Pramusim yang Menentukan
Tolic tidak memandang Piala Presiden sebagai ajang coba-coba tanpa konsekuensi. Ia memosisikan turnamen ini sebagai laboratorium adaptasi yang hasilnya akan menentukan performa tim di musim kompetisi. Pemain baru dituntut untuk segera memahami filosofi permainan dan kultur klub dalam waktu singkat.
Dengan tiga pertandingan fase grup yang tersedia, Tolic optimistis para pemain anyar bisa menyerap besarnya tanggung jawab membela Persib. Tekanan dari tribun, ritme pertandingan, dan komunikasi di lapangan menjadi kurikulum wajib yang harus mereka lalui sebelum bersaing di level tertinggi.