BENGKULU — Kelas HP 2 jutaan memang paling ramai peminat. Dengan budget segitu, kamu bisa dapat RAM 8 GB, penyimpanan hingga 256 GB, dan baterai 5.000 mAh yang konon "badak". Tapi jangan terkecoh oleh angka di atas kertas. Tiga ponsel berikut punya kelebihan dan kelemahan yang sangat berbeda. Kami sudah memilahnya berdasarkan bahan dari PALPRES, bukan sekadar mengulang brosur.
Dibanderol sekitar Rp1,7 juta, A05s bukanlah ponsel dengan spesifikasi paling mentereng. Chipset Snapdragon 680-nya sudah berumur, dan layar PLS LCD-nya kalah kontras dibanding kompetitor. Tapi ada satu alasan kuat memilihnya: jaminan pembaruan hingga empat tahun. Di kelas harga ini, hampir tidak ada pabrikan lain yang berani memberikan komitmen software selama itu.
Catatan: RAM 6 GB + penyimpanan 128 GB. Jika kamu butuh RAM 8 GB, A05s bukan jawabannya. Namun, untuk pengguna yang tidak suka gonta-ganti HP setiap tahun dan prioritas utama adalah keamanan data serta fitur terbaru, A05s adalah pilihan paling rasional.
Dengan harga Rp2 juta, A15 menjadi penerus A series entry-level yang langsung menonjol di satu aspek: layar Super AMOLED 90Hz. Ini adalah nilai jual utama yang sulit ditandingi kompetitor di harga yang sama. Menonton YouTube atau scrolling media sosial jadi jauh lebih nyaman karena kontras hitam yang sejati dan warna yang lebih jenuh.
Catatan: Performanya tidak berbeda jauh dari A05s yang lebih murah. Kamu membayar lebih untuk kualitas layar dan tambahan RAM/storage. Kalau gaming adalah prioritas, ada opsi lain yang lebih mumpuni di harga yang sama.
Inilah ponsel paling menarik untuk para gamer dengan budget pas-pasan. Hanya Rp1,6 juta, Itel RS4 membawa chipset MediaTek Helio G99 Ultimate yang performanya jauh di atas Snapdragon 680 atau Dimensity 6100+. Belum lagi layar 120Hz dan giroskop berbasis perangkat keras (hardware gyroscope) — fitur yang sangat krusial untuk game seperti PUBG Mobile atau Call of Duty Mobile agar aiming lebih presisi.
Catatan: Kelemahan utama Itel RS4 ada pada software dan build quality. Antarmuka (UI) tidak serapi OneUI milik Samsung, dan dukungan update software masih dipertanyakan. Belum lagi, merek Itel belum setenar Samsung di Indonesia, jadi layanan purna jual mungkin tidak semudah itu. Ini adalah ponsel untuk kamu yang sangat mementingkan performa gaming dan rela berkompromi pada hal lain.
Tidak ada ponsel yang sempurna di kelas ini. Pilihan kembali ke kebutuhanmu:
Satu hal yang perlu diingat: di kelas harga ini, jangan berharap performa kamera yang mumpuni. Ketiga ponsel ini hanya cukup untuk kebutuhan dokumentasi dasar di kondisi cahaya cukup.