JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan praktik judi online mulai menjangkiti jajaran pegawainya. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan ribuan pegawai terindikasi bermain judol, bahkan sebagian besar melakukannya saat jam kantor berlangsung.
"Masih ada di sekitar teman-teman yang belum disiplin, ada yang masih main judi online, data ini kelihatan banget namanya siapa, mainnya berapa, bahkan ada yang main pada saat jam kantor," kata Saifullah saat memberikan arahan di Gedung Aneka Bakti Kemensos, Jakarta, Selasa.
Dari total 1.900 pegawai yang terindikasi, komposisinya didominasi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 1.800 orang. Sisanya terdiri dari 42 PNS/ASN dan selebihnya PPPK paruh waktu.
Saifullah memaparkan, 97,9 persen dari kelompok PPPK tersebut merupakan pegawai yang baru diangkat pada tahun 2025 dari eks tenaga non-ASN. Temuan ini menjadi evaluasi serius terhadap proses saringan integritas saat pengangkatan pegawai baru.
Kemensos menilai persoalan ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, tetapi juga mengancam integritas dan mental pelayanan. Institusi yang bertugas memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial ini harus memastikan para pegawainya bersih dari praktik perjudian.
"Paling tidak ini bisa jadi cermin buat kita. Kita punya tugas memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial sesuai arahan Bapak Presiden, maka kita sendiri harus disiplin," tegasnya di hadapan ratusan pegawai.
Inspektorat Jenderal Kemensos bakal memverifikasi data yang diberikan PPATK. Oknum pegawai yang namanya tercantum dalam laporan tersebut berpotensi dipanggil untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya.
Selain menangani judol, Mensos juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak melakukan penyimpangan anggaran. Ia mengaku mengantongi banyak informasi terkait pelanggaran kedisiplinan dari tingkat ringan hingga berat di seluruh unit kerja Kemensos di Indonesia.
Di tengah peringatan keras tersebut, Saifullah juga menyampaikan kabar baik berupa rencana kenaikan tunjangan kinerja (tukin). Ia menegaskan komitmennya untuk bersama-sama membangun prestasi selama masa kepemimpinannya.
"Saya nanti juga akan dikoreksi oleh penerus saya dengan Pak Wamen. Untuk itu Bapak-Ibu sekalian, waktu saya yang lima tahun ini saya ingin bersama teman-teman sekalian ini gandeng tangan bikin prestasi. Lalu naikkan tunjangan kinerja, kita naikkan!. Tukin itu halal itu, halal itu! Hidup Tukin! Hidup Tukin!," seru Mensos disambut sorak sorai meriah dari para pegawai.