KOTA BENGKULU — Serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan akselerasi. Hingga 10 Agustus 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp2,62 triliun atau sekitar 68 persen dari total plafon tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp3,83 triliun.
Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, mengungkapkan bahwa penyaluran dana bergulir ini menyasar 30.883 debitur di seluruh wilayah. Angka tersebut melampaui target jumlah penerima yang ditetapkan pemerintah pusat untuk Bengkulu pada 2026, yakni 28.981 debitur.
Dari data yang dirilis Selasa, dua kabupaten di pesisir barat mendominasi penyerapan KUR. Kabupaten Bengkulu Utara mencatatkan realisasi tertinggi dengan nilai Rp490,42 miliar yang dinikmati 5.268 debitur. Posisi kedua ditempati Kabupaten Mukomuko dengan penyaluran Rp490,12 miliar untuk 4.572 pelaku usaha.
Berikutnya, Kota Bengkulu menyerap Rp398,37 miliar dari 4.034 debitur. Kabupaten Seluma merealisasikan Rp299,81 miliar dengan 3.975 debitur, disusul Bengkulu Selatan sebesar Rp263,31 miliar untuk 3.109 debitur.
Wilayah lain mencatat penyerapan lebih rendah, seperti Rejang Lebong Rp174,80 miliar dari 2.755 debitur, Bengkulu Tengah Rp177,82 miliar dari 2.083 debitur, serta Kaur Rp151,11 miliar dari 2.104 debitur. Kabupaten Kepahiang dan Lebong menjadi penyerap terkecil masing-masing Rp101,90 miliar dan Rp76,95 miliar.
Irfan menjelaskan, dari total plafon Rp3,83 triliun, pemerintah menargetkan 27.015 debitur memanfaatkan skema konvensional. Rinciannya, 14.667 merupakan debitur baru dan 12.348 sisanya adalah pelaku usaha yang didorong naik kelas atau graduasi.
Sementara untuk skema syariah, target menyentuh 1.966 debitur. Mayoritas difokuskan pada penambahan debitur baru sebanyak 1.625, sedangkan target graduasi hanya 341 pelaku usaha.
Irfan mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu untuk aktif melakukan pemetaan jumlah pelaku UMKM di daerah masing-masing. Menurutnya, data yang akurat akan membantu perbankan menyalurkan bantuan modal secara lebih tepat sasaran.
"Kami mengimbau pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Bengkulu melakukan pemetaan atau mendata jumlah pelaku UMKM di daerahnya masing-masing agar perbankan dapat memberikan bantuan modal melalui Program KUR dengan maksimal," ujar Irfan.
Dia berharap percepatan penyaluran KUR ini mampu menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Bengkulu hingga akhir tahun.