BENGKULU — Sebanyak 2.500 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Fatamwati Sukarno (UINFAS) Bengkulu mengikuti kuliah iftitah atau pembukaan Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) di kampus setempat. Kegiatan yang digelar pada Senin (24/8/2026) itu menghadirkan tokoh pers Bengkulu, Dr. Zacky Antony, SH, MH, sebagai narasumber utama untuk Mata Kuliah Pancasila.
Di hadapan ribuan mahasiswa, Zacky menegaskan bahwa Indonesia tetap eksis sebagai negara kesatuan karena memiliki Pancasila sebagai perekat sosial. Menurutnya, tanpa dasar negara yang kuat, keberagaman yang ada justru berpotensi menjadi sumber perpecahan.
"Alhamdulillah sekarang kita masih hidup dalam bingkai negara Indonesia. Di tengah banyaknya tantangan sebagai sebuah bangsa, Indonesia masih tetap ada. Salah satunya karena kita punya Pancasila sebagai pengikat atau pemersatu bangsa," ujar Zacky dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Zacky memaparkan data konkret mengenai besarnya skala keberagaman di Indonesia. Negara ini memiliki sekitar 1.320 suku dan lebih dari 700 bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
"Pancasila yang dicetuskan oleh Bung Karno telah menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari 1.320 suku dan lebih dari 700 bahasa daerah. Semua keberagaman itu disatukan oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika," katanya.
Dalam kuliah pembukaannya, Zacky juga menyoroti kondisi sejumlah negara di Timur Tengah yang hingga kini masih dilanda konflik berkepanjangan. Hal ini ia jadikan sebagai pembanding untuk menunjukkan bahwa persatuan tidak otomatis lahir dari kesamaan identitas.
"Lihat negara-negara di Timur Tengah. Sukunya satu, suku Arab, bahasa satu bahasa Arab, tapi sampai hari ini terjebak dalam konflik berkepanjangan. Pembunuhan, pembantaian, bahkan perang masih terjadi di sana. Tapi Indonesia dengan ribuan suku, lebih dari 700 bahasa, alhamdulillah kita masih berada sebagai sebuah bangsa," tandasnya.
Lebih lanjut, Zacky menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran Mata Kuliah Pancasila tidak hanya sekadar pemenuhan kurikulum. Mahasiswa diharapkan mampu memahami sejarah lahirnya Pancasila serta menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pemahaman yang mendalam, generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi dan potensi polarisasi sosial. Kegiatan kuliah iftitah ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memperkuat wawasan kebangsaan mereka sebelum menempuh perkuliahan secara penuh.