Pencarian

Protelindo Kuasai 10,86% Saham BTEL Usai Konversi OWK Senilai Rp969,35 Miliar

Rabu, 26 Agustus 2026 • 15:18:31 WIB
Protelindo Kuasai 10,86% Saham BTEL Usai Konversi OWK Senilai Rp969,35 Miliar
Protelindo resmi memegang 10,86% saham BTEL usai konversi OWK senilai Rp969,35 miliar.

BENGKULU — Protelindo tercatat memegang 4,85 miliar saham BTEL setelah melakukan konversi dengan harga Rp200 per saham. Manajemen Protelindo menegaskan transaksi ini merupakan pelaksanaan konversi OWK berdasarkan Perjanjian Perdamaian tertanggal 8 Desember 2014 antara BTEL dengan para kreditur terkait.

Jejak Utang Lama yang Berujung Kepemilikan Saham

Perjanjian Perdamaian tersebut merupakan tindak lanjut atas putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Putusan itu terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara BTEL yang diajukan pada 10 November 2014.

Dengan skema ini, Protelindo tidak membeli saham BTEL melalui mekanisme repurchase agreement. "Transaksi ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan konversi OWK berdasarkan Perjanjian Perdamaian," kata manajemen Protelindo dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (26/8/2026).

Dampak Konversi bagi Struktur Modal BTEL

Masuknya Protelindo sebagai pengendali baru menandai perubahan signifikan dalam komposisi pemegang saham BTEL. Sebelumnya, saham BTEL mayoritas dimiliki oleh kelompok usaha Bakrie melalui berbagai entitas.

Konversi OWK menjadi saham ini mengurangi beban utang BTEL secara substansial. Namun, di sisi lain, kepemilikan Bakrie atas BTEL otomatis terdilusi seiring penerbitan saham baru untuk Protelindo.

Arti Penting bagi Kreditor dan Investor Lain

Bagi para kreditur BTEL, langkah konversi ini menjadi jalan keluar untuk memulihkan piutang tanpa harus menunggu pembayaran tunai. Protelindo, yang sebelumnya merupakan salah satu kreditur utama, kini berperan sebagai pemegang saham pengendali dengan kepentingan langsung pada kinerja operasional BTEL.

Bagi investor publik, perubahan struktur kepemilikan ini bisa menjadi sinyal adanya restrukturisasi yang lebih rapi. Namun, prospek jangka panjang BTEL tetap bergantung pada kemampuan perusahaan memperbaiki kinerja keuangan di tengah industri telekomunikasi yang kompetitif.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen BTEL belum merilis pernyataan resmi terkait perubahan komposisi pemegang saham tersebut. Investor disarankan mencermati keterbukaan informasi berikutnya dari BEI untuk memantau aksi lanjutan Protelindo setelah resmi menjadi pengendali baru.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks