Sekolah Rakyat Terintegrasi Bengkulu Tampung 310 Anak dari Keluarga Desil Satu dan Dua, Targetkan Nihil Putus Sekolah

Penulis: Syahrul Karim  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:08:01 WIB
anak dari keluarga desil satu dan dua kini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Bengkulu.

BENGKULU — Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Provinsi Bengkulu mencatatkan 310 peserta didik yang seluruhnya menjalani pendidikan dan tinggal di asrama. Mereka berasal dari tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan prioritas utama bagi keluarga yang masuk kategori desil satu dan dua berdasarkan data kesejahteraan sosial.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Provinsi Bengkulu, Yuliarma Yeni, M.Pd, menegaskan bahwa keberadaan sekolah ini merupakan jawaban atas persoalan anak-anak yang kehilangan akses pendidikan. "Target kita jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Di sini mereka tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kebiasaan positif," ujarnya di ruang kerja, Rabu (26/8/2026).

Jadwal Harian Dirancang dari Bangun Tidur hingga Istirahat

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, aktivitas peserta didik di SR Terintegrasi tidak berhenti di jam pelajaran. Pihak sekolah merancang program daily activity yang mengatur seluruh kegiatan anak mulai dari bangun tidur pukul 04.00 WIB hingga kembali beristirahat pada malam hari.

Setelah bangun, para siswa dibiasakan membersihkan diri dan kamar, lalu menjalankan ibadah. Khusus bagi peserta didik Muslim, salat lima waktu berjamaah menjadi rutinitas wajib. Pola ini sengaja diterapkan untuk menumbuhkan kedisiplinan dan kemandirian sejak dini, sebelum mereka mengikuti kegiatan pagi dan sarapan yang sudah terjadwal.

Fasilitas Ibadah Lintas Agama Menjadi Perhatian Khusus

Meski mayoritas peserta didik beragama Islam, SR Terintegrasi Bengkulu terbuka bagi semua latar belakang agama. Pihak sekolah berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan keagamaan masing-masing anak. Untuk peserta didik beragama Kristen yang jumlahnya masih terbatas, sekolah memfasilitasi mereka untuk beribadah ke gereja setiap hari Minggu.

Verifikasi Lapangan Jadi Kunci Penerimaan Siswa Baru

Penerimaan peserta didik tidak serta-merta hanya mengandalkan data administratif. Prioritas utama diberikan kepada keluarga yang masuk dalam desil satu dan dua berdasarkan data kesejahteraan. Namun, jika ditemukan anak yang secara kondisi riil membutuhkan pendidikan di Sekolah Rakyat tetapi belum masuk dalam data tersebut, pihak terkait dapat melakukan penyesuaian berdasarkan verifikasi lapangan.

Yuliarma menambahkan, keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dari orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat luas untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal.

"Harapannya, setelah tiga tahun, khususnya ketika anak-anak menyelesaikan jenjang SMA, mereka memiliki bekal akademik, keterampilan dan karakter untuk melanjutkan kehidupan," pungkasnya.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: radarinformasinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top