BENGKULU — Menjelang pameran IFA yang berlangsung pekan depan, tim review Engadget kebanjiran perangkat baru untuk diuji. Selain empat produk anyar dari Google, ada juga laptop, jam tangan pintar, hingga kamera aksi yang masuk meja pengujian mereka. Bagi kamu yang sedang mencari HP baru atau perangkat pendukung, rangkuman ini bisa jadi bahan pertimbangan sebelum mengeluarkan uang.
Google membawa sejumlah peningkatan pada Pixel 11 Pro Fold, seperti chip anyar, pengisian daya lebih cepat, dan kamera yang ditingkatkan. Sayangnya, desain bodi yang tebal tidak diubah sama sekali. Yang lebih disayangkan, Google tidak membekali perangkat lipat flagship-nya ini dengan fitur unggulan dari Pixel 11 Pro biasa, seperti Pro Res Zoom.
Menurut Sam Rutherford, senior reviews writer Engadget, masalah utama Pixel 11 Pro Fold adalah kurangnya daya tarik bagi konsumen di luar pengguna setia Pixel. "The big issue for the Pixel 11 Pro Fold is that while a new chip, faster charging and an upgraded camera are all nice additions, I don't think Google has done enough to entice shoppers that aren't already entrenched in the Pixel ecosystem," ujarnya.
Di sisi lain, Pixel 11 Pro hadir sebagai varian paling bertenaga dan kaya fitur di lini terbaru Google. Namun, kenaikan harga USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta) dan pengurangan kapasitas RAM dibanding generasi sebelumnya menjadi catatan tersendiri. Perangkat ini juga dipenuhi berbagai fitur kecerdasan buatan (AI) yang menurut Cherlynn Low, executive editor Engadget, terasa terlalu mendominasi.
"I have deep misgivings about the pervasiveness of AI features here, but I can't deny that at the moment, Google remains better at it than the competition," kata Cherlynn. "If you don't have a big