BENGKULU — Koreksi IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa Asia yang menguat pada hari yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen domestik, bukan faktor eksternal, menjadi pemicu utama pelemahan. Tekanan jual terlihat meluas di berbagai sektor, terutama pada sesi kedua perdagangan setelah indeks sempat bergerak datar di sesi pertama.
Lima Saham Penekan Utama IHSG
Data PT Eastspring Investments Indonesia mencatat sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks kemarin. Berikut rinciannya:
- BBRI turun 1,57%
- BRPT melemah 5,91%
- AMMN terkoreksi 2,44%
- BBCA turun 0,78%
- VKTR anjlok 7,26%
Pasar Obligasi dan Rupiah Relatif Stabil
Kehati-hatian investor juga terpantau di pasar obligasi, meskipun pergerakannya lebih terbatas dibandingkan pasar saham. Imbal hasil SBN tenor lima tahun naik tipis 1,76 basis poin menjadi 6,89%, sementara tenor 10 tahun meningkat 3,68 basis poin ke level 7,04%.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 0,01% ke posisi Rp17.725 per dolar AS. Stabilitas rupiah dan pasar obligasi yang masih terjaga diharapkan mampu menopang kepercayaan investor terhadap aset keuangan domestik di tengah gejolak pasar saham.
Sentimen Domestik Jadi Fokus Utama Pelaku Pasar
Pelemahan IHSG mencerminkan aksi ambil untung setelah penguatan pasar dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya. Namun, faktor utama yang membebani adalah meningkatnya sikap hati-hati investor menjelang sejumlah agenda domestik, termasuk rencana demonstrasi pada hari ini.
Perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan akan tertuju pada perkembangan kondisi domestik serta keberlanjutan aliran dana investor. Pelaku pasar juga akan mencermati apakah tekanan jual berlanjut atau justru terjadi aksi beli ketika sentimen negatif mereda.
Investasi mengandung risiko.