Pencarian

IHSG Terkoreksi 1,48% ke 6.405, Aksi Demo dan Profit Taking Tekan Pasar

Kamis, 27 Agustus 2026 • 15:18:01 WIB
IHSG Terkoreksi 1,48% ke 6.405, Aksi Demo dan Profit Taking Tekan Pasar
IHSG ditutup melemah 1,48% ke level 6.405, sejalan dengan aksi ambil untung dan meningkatnya sikap hati-hati investor di tengah rencana demonstrasi.

BENGKULU — Koreksi IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa Asia yang menguat pada hari yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen domestik, bukan faktor eksternal, menjadi pemicu utama pelemahan. Tekanan jual terlihat meluas di berbagai sektor, terutama pada sesi kedua perdagangan setelah indeks sempat bergerak datar di sesi pertama.

Lima Saham Penekan Utama IHSG

Data PT Eastspring Investments Indonesia mencatat sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks kemarin. Berikut rinciannya:

  • BBRI turun 1,57%
  • BRPT melemah 5,91%
  • AMMN terkoreksi 2,44%
  • BBCA turun 0,78%
  • VKTR anjlok 7,26%

Pasar Obligasi dan Rupiah Relatif Stabil

Kehati-hatian investor juga terpantau di pasar obligasi, meskipun pergerakannya lebih terbatas dibandingkan pasar saham. Imbal hasil SBN tenor lima tahun naik tipis 1,76 basis poin menjadi 6,89%, sementara tenor 10 tahun meningkat 3,68 basis poin ke level 7,04%.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 0,01% ke posisi Rp17.725 per dolar AS. Stabilitas rupiah dan pasar obligasi yang masih terjaga diharapkan mampu menopang kepercayaan investor terhadap aset keuangan domestik di tengah gejolak pasar saham.

Sentimen Domestik Jadi Fokus Utama Pelaku Pasar

Pelemahan IHSG mencerminkan aksi ambil untung setelah penguatan pasar dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya. Namun, faktor utama yang membebani adalah meningkatnya sikap hati-hati investor menjelang sejumlah agenda domestik, termasuk rencana demonstrasi pada hari ini.

Perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan akan tertuju pada perkembangan kondisi domestik serta keberlanjutan aliran dana investor. Pelaku pasar juga akan mencermati apakah tekanan jual berlanjut atau justru terjadi aksi beli ketika sentimen negatif mereda.

Investasi mengandung risiko.

Follow bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediaasuransinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks