Maulid Nabi di Bengkulu: Ribuan Jamaah Padati Masjid Raya Baitul Izzah, Gubernur Helmi Hasan Tekankan Teladan Akhlak Rasulullah

Penulis: Hendrizal Satria  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:04:31 WIB
Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Baitul Izzah, Bengkulu, untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/8).

BENGKULU — Lantunan salawat menggema di Masjid Raya Baitul Izzah, Jumat (28/8), saat Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallall?hu ‘alaihi wasallam. Kegiatan bertajuk Salawat untuk Negeri ini dihadiri langsung Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama para ulama, tokoh agama, jajaran pemerintah daerah, pelajar, serta masyarakat umum.

Pantauan di lokasi, jamaah yang memadati masjid mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan. Selain pembacaan salawat dan tausiyah keagamaan, panitia juga menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan daerah, serta menyerahkan santunan kepada masyarakat.

Gubernur: Momentum Perkuat Keimanan, Bukan Sekadar Perayaan

Dalam sambutannya, Helmi Hasan menegaskan peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Momentum ini, kata dia, harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah Shallall?hu ‘alaihi wasallam. Akhlak beliau harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Helmi.

Nilai Kejujuran dan Gotong Royong Jadi Kunci Pembangunan Daerah

Helmi menyebut berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan semangat persatuan, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut, menurut dia, telah dicontohkan Rasulullah dalam membangun kehidupan umat.

“Kita ingin Bengkulu menjadi daerah yang penuh keberkahan. Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah seperti kejujuran, kasih sayang, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Gubernur juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter dan spiritual masyarakat.

“Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang bertumpu pada nilai-nilai agama. Jika masyarakatnya memiliki akhlak yang baik, saling peduli, dan menjaga persatuan, maka Bengkulu akan semakin maju dan masyarakatnya semakin bahagia,” tambahnya.

Ajakan Pererat Ukhuwah untuk Dukung Kemajuan Bengkulu

Di akhir sambutannya, Helmi mengajak seluruh masyarakat menjadikan kegiatan Salawat untuk Negeri sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan kecintaan kepada Rasulullah Shallall?hu ‘alaihi wasallam sebagai energi untuk berbuat lebih banyak kebaikan, membantu sesama, menjaga persaudaraan, dan bersama-sama membangun Bengkulu yang religius, maju, dan membahagiakan,” tutup Helmi.

Rangkaian Salawat untuk Negeri berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Doa dan harapan dipanjatkan agar Provinsi Bengkulu senantiasa diberi keberkahan, kedamaian, persatuan, serta kemajuan demi terwujudnya masyarakat yang semakin sejahtera dan bahagia.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: radarinformasinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top